Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh menyatakan, murid-murid peserta Ujian Nasional (UN) 2012 di empat sekolah –Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Madrasah Aliyah (MA)– tak satu pun lulus UN alias 100 persen tidak lulus.

Sekolah sekolah tersebut masing-masing SMA Dorema di Sumatera Utara (Sumut), MA Al-Ma’arif Bengkel di Sumut, MA Mas Al-Jabbar Lainea di Sulawesi Utara, serta MA Nahdlatul Wathan di Maluku Utara.

Mendikbud, pada diskusi Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan Mendikbud dengan Redaktur Pendidikan Media Massa, Kamis (24/5), menjelaskan, ada beberapa masalah yang berhasil dipetakan oleh Kemdikbud.

“Nilai rata-rata UN murni kecil, terutama Matematika dan Bahasa Inggris, sebagian besar guru pengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, serta belum ada guru yang memperoleh sertifikasi,” jelasnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, kata Nuh, ada usulan dalam bentuk intervensi pada sekolah-sekolah tersebut.

“Harus ada peningkatan kompetensi, materi dan metode mengajar dan sertifikasi bagi seluruh guru melalui program pelatihan, penugasan guru sesuai latar belakang pendidikan, peningkatan infrastruktur laboratorium bahasa, dan perpustakaan sekolah serta bergabung dengan sekolah lain (merger). (gatra)

KOMENTAR