Jakarta — Pengamat investasi Abidin mengatakan, harga emas domestik diperkirakan kembali meningkat menyusul kenaikan nilai logam mulia di dunia seiring pembelian oleh beberapa bank.

“Harga emas global memiliki pengaruh cukup kuat terhadap domestik, dengan begitu harga emas domestik diperkirakan ikut meningkat,” kata Abidin yang juga analis dari Milenium Danatama Sekuritas di Jakarta, Sabtu (27/10).

Ia mengatakan, secara teknikal, pergerakan emas akan kembali meningkat setelah mengalami tekanan. Beberapa bank sentral juga tengah meningkatkan transaksi di pasar emas. “Ada beberapa pembelian setelah harga turun, kondisi itu memicu pembelian emas fisik,” kata dia.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra menambahkan, harga emas sempat turun di bawah level 1.700 dolar AS per ons, hal itu dimanfaatkan pemodal untuk masuk ke pasar emas.

Ia mengatakan, harga emas rally untuk kali pertama dalam tiga minggu terakhir seiring bank sentral Brazil dan Turki meningkatkan pembeliannya terhadap logam mulia, serta sinyal peningkatan pembelian oleh India.

“India merupakan pembeli terbesar di dunia pada tahun ini karena permintaan perhiasan untuk musim pernikahan dan festival. Brazil menambah cadangan emasnya untuk pertama kali sejak Desember 2008, dan Turki juga meningkatkan kepemilikan emas,” paparnya.

Harga emas global Sabtu berada di posisi 1.711,60 dolar AS per ons. Sementara, harga emas di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk di posisi Rp 576.200.

Sedangkan, harga emas batangan ukuran lima gram dan 10 gram masing-masing senilai Rp 2,731 juta dan Rp 5,422 juta. Harga buyback atau pembelian emas jika konsumen menjual kembali ke Antam senilai Rp 507.000 per gram. (nonblok.com)

KOMENTAR