Jakarta — Indonesia berhasil meraih gelar juara umum ASEAN Skills Competition (ASC) 2012. Diwakili 42 kompetitor (peserta kompetisi), Indonesia merebut 19 medali emas, 12 perak, dua medali perunggu dan tujuh medallion for excellence.

“Sejak awal kami sudah optimis menjadi juara umum. Dengan meraih 19 medali emas, ini capaian yang luar biasa. Sungguh diluar dugaan,” ujar Menakertrans Muhaimin Iskandar, saat penutupan ASC di JCC, Senayan Jakarta, Senin (19/11).

Terpaut jauh di bawah Indonesia, tim Vietnam berhasil menjadi runner up dengan meraih lima medali emas, empat perak, lima perunggu dan 11 medallion for excellen. Sedangkan diperingkat ketiga ada Thailand dengan meraih lima medali emas, dua perak, empat perunggu dan 12 medallion for excellen. Sedangkan Vietnam sudah disepakati akan menjadi tuan rumah the 10 ASC 2014.

Selain medali emas di sejumlah kejuaraan (bidang keahlian) yang menjadi unggulan Indonesia, seperti automobile technology, IT Network system administration, web design, mechanical engineering design-CAD, cabinet making, industrial automation dan fashion technology, Indonesia juga berhasil menyabet beauty therapy, hairdressing dan mechatronics.

Menurut Muhaimin, prestasi ini sekaligus membuktikan kalau anak-anak muda Indonesia mampu menembus standar kompetensi ketrampilan kerja di level ASEAN. Ini tak lepas dari dukungan seluruh masyarakat Indonesia. Mulai dari Serikat Pekerja dan Serikat Buruh, serta tokoh masyarakat pun turut mendukung delegasi Indonesia di ajang tersebut.

ASC merupakan kompetisi sekaligus arena unjuk kebolehan terhadap penguasaan kompetensi keterampilan kerja berbagai bidang kejuruan oleh para tenaga kerja muda di negara-negara anggota ASEAN yang terdiri dari Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja.

Kegiatan ASC IX tahun 2012 diikuti sekitar 950 anggota delegasi yang terdiri dari para ahli dan peserta dari sembilan negara ASEAN (Myanmar tidak berpartisipasi).

Ajang kompetisi keterampilan kerja pemuda-pemudi ASEAN IX ini mempertandingkan 22 kejuruan dan satu kejuruan ekshibisi. Ke-22 kejuruan antara lain teknologi otomotif, mekanik elektonik, sistem administrasi berbasis jaringan teknologi informasi, pengairan dan pemanasan (plumbing and heating), serta pengelasan (welding). Selain itu, juga diperlombakan sejumlah keahlian, seperti web design, elektronik, pelayanan restoran, dan terapi kecantikan.

Hasil pada ASC IX ini merupakan prestasi terbaik tim Indonesia sejak ikut serta dalam kompetisi skill tingkat ASEAN sejak tahun 1995. Terakhir pada ASC VIII di Bangkok-Thailand tahun 2010, Indonesia hanya menempati posisi kedua dengan perolehan delapan medali emas, dua perak, enam perunggu dan 13 diploma. (infopublik)

KOMENTAR