Jakarta — Indonesia akan dijadikan tujuan wisata heritage yang menawarkan berbagai daya tarik wisata berbasis budaya, demikian disampaikan pejabat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

“Kami menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjadikan Indonesia sebagai tujuan wisata heritage,” kata Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kemenparekraf, Faried Moertolo, di Jakarta, Senin (17/09).

Menurut dia, saat ini sebagian besar wewenang pengembangan dan pelestarian situs-situs atau peninggalan sejarah berada di bawah koordinasi Kemendikbud.

Padahal, daya tarik itu kerap yang menjadi salah satu motivasi paling kuat bagi wisatawan untuk berkunjung ke suatu tempat.

“Di Indonesia banyak sekali kota-kota yang memiliki kekayaan dan gedung-gedung bersejarah serta arsitektur bersejarah yang perlu dijaga,” katanya.

Pihaknya sedang mengembangkan kota tujuan wisata heritage di beberapa titik yang dirangkum dalam 16 destinasi di antaranya Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Solo.

“Beberapa kota lainnya lagi kita harapkan bisa dipelihara dan dikembangkan sebagai kota wisata dengan situs-situs sejarahnya,” katanya.

Nantinya, kota-kota yang berpotensi untuk menjadi tujuan wisata heritage disarankan untuk bergabung dalam sebuah perkumpulan atau asosiasi kota-kota sejarah di Indonesia.

Saat ini kota-kota yang telah bergabung menjadi anggota asosiasi itu antara lain Medan, Palembang, Yogyakarta, Ternate, Surabaya, Banda Aceh, dan Padang.

Asosiasi itu sedang menyusun paket wisata yang memuat pusat-pusat sejarah yang diharapkan bisa menjadi daya tarik wisata bagi calon wisatawan.

Rencananya, pada 2013 pihaknya akan lebih fokus menyosialisasikan obyek wisata heritage Indonesia salah satunya dengan memasang baliho di Bandara Soekarno-Hatta yang mendisplay obyek wisata heritage Indonesia.

“Ini diharapkan bisa menarik wisatawan dengan minat khusus. Kita bisa arahkan juga mereka untuk ke Yogyakarta, Solo, Ternate, dan kota lainnya di wilayah timur Indonesia,” katanya.

Di samping itu, pihaknya juga sedang melakukan pendokumentasian termasuk verifikasi data sejarah melalui berbagai penelitian.

Selanjutnya, jika suatu warisan budaya memang dinilai potensial maka akan didaftarkan ke UNESCO untuk menjadi bagian dari warisan dunia, demikian Faried. (ant)