Blangpidie — Kebakaran hutan, lahan gambut, maupun kebun sawit, dan kebun jagung yang menyebabkan kabut asap melanda lima lokasi di Aceh, meliputi Kota Subulussalam, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, dan Gayo Lues, Selasa (26/6/2012).

Kabut asap tersebut mulai mengganggu pernapasan dan jarak pandang, namun belum sampai menyebabkan terganggunya penerbangan.

Dari Subulussalam dilaporkan, sejak dua hari lalu kota ini diselimuti kabut asap tebal, akibat terbakarnya lahan gambut perkebunan kelapa sawit milik Hak Guna Usaha (HGU) PT Mitra Sejati Sejahtera Bersama (MSSB) di Kecamatan Runding. “Benar, lahan perkebunan kami terbakar,” ungkap Syahrul, General Manager (GM) PT MSSB saat dikonfirmasi Serambi.

Menurut Syahrul, kebakaran lahan gambut di areal perkebunan kelapa sawit itu sudah diupayakan pemadamannya secara cara manual, maupun dengan meminjam armada kebakaran milik Pemko Subulussalam. Namun, belum berhasil dipadamkan secara total titik api (hotspot)-nya. Hingga kini, menurutnya, tercatat 100-an hektare (ha) lahan perkebunan milik PT MSSB yang terbakar. Beberapa pohon kelapa sawit terancam mati akibat kebakaran itu. “Yang terbakar itu persis di lahan yang sudah ada tamanannya,” terang Syahrul seraya menyatakan bahwa lokasi kebakaran itu jauh dari permukiman penduduk.

Ditanyai tentang sumber api, Syahrul mengaku belum bisa memastikan dan ia tidak mau menduga-duga.

Andong Maha, pegiat LSM Kota Subulusalam mengatakan, kabut asap itu sebetulnya sudah menyelimuti Kecamatan Sultan Daulat sejak empat hari lalu. Akibat kabut asap itu, kata Andong, pernapasan maupun jarak pandang para pengguna jalan terganggu. (tribunnews)

KOMENTAR