Banda Aceh, Seputar Aceh – Komite Sentral Seniman Aceh (KaSA) meminta Gubernur Aceh Irwandi Yusuf meninjau kembali izin yang dikeluarkan bagi Dewan Kesenian Aceh (DKA) untuk menggelar musyawarah daerah (Musda) mendadak pekan lalu.

Irwandi dikabarkan memberikan izin pada Ketua DKA untuk menggelar Musda dadakan, dengan alasan kekurangan dana untuk utusan DKA tingkat dua (kabupaten/kota) untuk menghadiri Musda bulan depan.

Para seniman menganggap ini bukan sebuah hal penting, sehingga gubernur mengizinkan mereka menggelar Musda mendadak.

“Gubernur harus bijak dalam menyikapi hal ini. Kekurangan dana bukan sebagai alasan, lantas mengizinkan digelarnya Musda dengan segera,” kata juru bicara KaSA, Imam Juaini.

KaSA juga menilai ada ketimpangan dalam menjalankan Musda tersebut, apalagi semestinya dilakukan pada bulan depan. Menurut Imam, Musda tersebut tidak sesuai dengan anggaran dasar atau anggaran rumah tangga (AD/ART) DKA sebelumnya. Banyak seniman tidak tahu menahu tentang Musda tersebut, katanya.

“Kami akan meminta penjelasan kepada gubernur untuk masalah ini. Ini menyangkut nasib para seniman dan jalanya denyut nadi seni dan budaya di Aceh. Gubernur harus punya komitmen menjaga dan melestarikan seni budaya yang dimiliki Aceh dengan melibatkan seniman yang ada,” ujar Imam kepada Seputar Aceh. [sa-amz]

KOMENTAR