Colorado — Panik dan rasa takut tak terperi menyergap para penonton Bioskop Century 16 di Aurora, Colorado, Amerika Serikat. Pemutaran Film Batman “The Dark Knight Rises” berubah menjadi adegan horor saat seorang lelaki memakai masker gas air mata memberondongkan peluru secara membabi buta, di tengah kepungan asap.

Di malam nahas itu, 12 orang tewas, sementara 59 lainnya luka. Di tengah teror itu, seorang pahlawan muncul, meski ia ada dalam daftar korban tewas.

Tubuh Matt McQuinn ditembus peluru tajam saat berusaha menjadi tameng hidup, melindungi kekasihnya. Demikian disampaikan pengacara keluarga, Robert L. Scott, seperti dimuat CNN.

Kematian McQuinn menyelamatkan nyawa Samantha Yowler, meski perempuan itu juga terkena tembakan dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Beberapa jam setelah tragedi penembakan, polisi baru merilis daftar para korban dan menyampaikan kabar duka pada keluarga mereka.

[pullquote_left]”Aku diingatkan bahwa kita tak tahu kapan dan di mana kehidupan kita menemui titik akhir”[/pullquote_left]

“Butuh 19 jam sampai kami mendapat kepastian dari para penegak hukum. Ini menyakitkan bagi keluarga korban,” kata Anita Busch yang kehilangan sepupunya, Micayla Medek. “Kami nyaris putus asa berusaha melacak keberadaannya.”

Keluarga korban tak diberitahu hingga Jumat malam, dengan alasan penyelidikan sedang dilakukan di lokasi kejadian.

Duka juga dirasakan keluarga Alex Sullivan. “Keluarga Sullivan kehilangan anggota keluarga yang dicitai,” demikian isi pernyataan pihak keluarga. “Alex sosok yang cerdas, lucu, dan dicintai teman dan keluarganya. Hari ini adalah ulang tahunnya ke-27.”

Lolos di Toronto, tewas di Colorado

Sementara, apa yang dialami wartawan olahraga, Jessica Ghawi membuktikan, takdir adalah misteri yang tak bisa ditebak.

Ghawi yang ada dalam daftar korban tewas sebelumnya lolos dari penembakan di Toronto, Kanada. Kala itu, pria bersenjata melepaskan delapan tembakan di sebuah mal awal Juni lalu.

Pengalaman mengerikan itu ditulis Ghawi dalam blognya. “Aku tak mampu mengeluarkan perasaan aneh di dadaku ini,” tulis dia, 5 Juni 2012. “Perasaan kosong, memuakkan ini tak bisa pergi. Perasaan yang sama ketika aku berada di Eaton Center, Toronto, hanya beberapa detik sebelum seorang pria melepaskan tembakan di food court.”

“Sebuah perasaan aneh yang menuntunku pergi dan tanpa sadar, keluar dari bahaya. Sulit bagiku untuk memikirkan bagaimana perasaan aneh itu menyelamatkanku dari pengalaman berada di tengah adegan penembakan.” Penembakan di Toronto itu menewaskan satu orang dan melukai tujuh lainnya.

Ghawi kembali menulis, “Sabtu itu aku menyaksikan bagaimana rentannya hidup. Aku diingatkan bahwa kita tak tahu kapan dan di mana kehidupan kita menemui titik akhir. Kapan dan di mana kita akan menghembuskan nafas terakhir.”

Polisi telah menangkap seorang pemuda James Eagen Holmes yang diduga sebagai pelaku penembakan tersebut. Dia adalah lulusan lmu syaraf dari University of California, Riverside pada 2010. (vivanews.com)

KOMENTAR