Jakarta — Kopi Indonesia ternyata merupakan salah satu kopi terbaik di dunia. Tak hanya itu, Indonesia juga merupakan produsen kopi ketiga terbesar di dunia. Untuk itulah, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah mengangkat kopi sebagai salah satu ikon pariwisata Indonesia.

“Salah satu dari industri kreatif yang tengah kita kembangkan adalah culinary di mana hal itu berkaitan dengan makanan dan minuman. Pariwisata tanpa makanan dan minuman itu tidak mungkin. Kopi menjadi bagian penting dari industri kreatif,” ungkap Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (28/8).

Sapta mengungkapkan potensi kopi di Indonesia sangat beragam mulai dari Aceh, Sidikalang di Sumatera Utara, Lampung, Jawa, Bali, Flores, Toraja, hingga Wamena. Menurut Director Indonesian Coffee Festival 2012, Ellyanthi Tambunan, ada 14 provinsi penghasil kopi berkualitas ekspor di Indonesia.

“Karakter dan rasa dari 14 kopi tersebut berbeda. Sangat unik dan kita tak bisa temukan di belahan bumi mana pun. Karena itu, kami ingin adanya awareness (kesadaran) supaya masyarakat Indonesia bisa bangga dengan produk-produk lokal,” tutur Ellyanthi.

Ahli kopi, Tuti Mochtar, sekaligus anggota tim dari Indonesian Coffee Festival 2012 mengatakan bahwa pariwisata tidak bisa dipisahkan dengan minuman. “Indonesia mempunyai kopi beragam dengan kualitas yang baik. Kita punya cara membuat kopi yang unik, seperti dengan kaus kaki dan tubruk,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk semakin mengangkat kopi Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pun berencana mengadakan Festival Kopi Indonesia pertama yang diberi tajuk Indonesian Coffee Festival 2012 di Ubud, Bali, pada 15-16 September 2012 mendatang.

Festival ini merupakan hasil kerja sama Kemenparekraf, Pemkab Gianyar, Kerajaan Ubud, Asosiasi Kopi Spesial Indonesia, Komunitas Kopi, dan blogger Kopi. Selain menampilkan kopi dari berbagai daerah di Indonesia, dalam festival juga akan ditampilkan cara mengolah dan menyajikan kopi khas Tanah Air. (kbc/ngi)

KOMENTAR