Tapaktuan, Seputar Aceh – Sembilan hari setelah seekor harimau terjerat di kandang ayam penduduk Gampong Silolo Kecamatan Pasieraja, Aceh Selatan, Kamis ( 26/11) sekitar pukul 04.00 WIB seekor harimau Sumatera kembali masuk kandang ayam warga di Gampong Lhok Sialang Rayek, kecamatan setempat

Akibatnya 25 ekor ayam milik Dairi (34) yang dipersiapkan untuk dijual pada hari meugang dilahap sibelang. Beruntung, beberapa ekor kambing sempat diamankan.

Keberadaan harimau itu awalnya diketahui Habisah (27) istri Dairi yang mendiami rumah paling ujung di desa tersebut dan berbatasan langsung dengan kaki pegunungan. Habisah terbangun ketika mendengar suara gaduh di belakang rumahnya, kemudian membangunkan suami.

Bermodal panyoet (lampu templok-red) mereka memeriksa kandang. Betapa terkejutnya mereka ternyata hewan yang kerap disebut nenek itu berada di dalam kandang ayam.

Mengetahui hal itu, Dairi meruntuhkan tumpukan kayu bakar yang ada di atas kandang untuk menutup pintu masuk. Masyarakat kemudian berdatangan ke rumah Dairi untuk memastikan kehadiran si belang besar tersebut sekaligus menjaga agar tidak terlepas.

Safwan Kepala BKSDA Tapak Tuan mengatakan, harimau itu diperkirakan berusia 2,5 tahun, dengan tinggi sekitar 70 cm dan panjang hingga ekor 170 cm.

Hewan yang dilindungi tersebut akhirnya dilepas kembali ke habitatnya, hari itu juga pada pukul 09.00 pagi. Keputusan itu diambil setelah para Muspika Kecamatan Pasieraja dan BKSDA Tapaktuan, berembuk dengan para pimpinan gampong dan warga setempat.

Sebelum dilepas, kata Safwan, sempat terjadi  terjadi polemic. Sebagian masyarakat menginginkan harimau itu dibunuh agar tidak mengganggu ternak masyarakat lagi. Setelah diberi pengertian, akhirnya disepakati untuk dilepas.

Soal hewan ternak milik Dairi yang habis dilahap harimau, Safwan mengatakan pihaknya tidak dapat memberikan ganti rugi. “Sebab BKSDA tidak memiliki anggaran untuk itu,” kata Safwan.

“Kami melepaskannya, dengan cara menggunakan pengait untuk membuka pintu keluar yang tertutup tumpukan kayu bakar dan tanpa bantuan pawang,” kata Safwan. [sa-hry]

KOMENTAR