Sigli – Persoalan calon Independen dalam Pilkada Aceh 2011 masih diperdebatkan sejumlah kalangan. Mahasiswa Aceh di Jawa Timur mendukung adanya calon independen dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) nanti. Kalau itu keinginan masyarakat Aceh secara menyeluruh, hal itu perlu diperjuangkan.

Demikian rekomendasi rapat dialektika yang dihadiri 150 peserta forum dari berbagai organasasi kemahasiswaan Aceh di perantauan. Dialektika yang digelar Sabtu (17/4/2010) malam di sekretariat Solidaritas Untuk Warga Aceh (SUWA) tersebut, sedikitnya diikuti sejumlah perkumpulan mahasiswa dan pemuda Aceh di kawasan Malang, Jawa Timur. Di antaranya, hadir Ikatan Pelajar Pemuda Mahasiswa Aceh (IPPMA), Ikatan Pelajar Pemuda Tanah Gayo (IPPEMATANG) dan juga ikut dihadiri mantan pengurus Forum Mahasiswa Pasca Sarjana (Formapa).

Musyawarah membahas persoalan Aceh termasuk masalah jalur Independen di Pilkada mendatang berlangsung serius.  Seorang petuah di IPPMA, Abu Fauzi, mengatakan, “Jika itu keinginan masyarakat Aceh secara menyeluruh, kita wajib mendukungnya. Apalagi Jalur Independen itu lahir pertama di Aceh dan kini sudah berlaku secara Nasional,” kata Abu dalam Forum tersebut.

Ayi Meugit, Ketua Lembaga SUWA, sependapat dengan Abu, bahkan dia mengatakan, jika memang masyarakat Aceh menginginkan calon Independen, itu harus diperjuangkan agar terwujud. Apalagi, lanjut dia, papan catur dalam negara demokrasi berada di tangan rakyat. “Dengan MK membatalkan UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, sehingga secara Nasional terbuka ruang untuk jalur Independen dan ini berlaku juga untuk Aceh, meski Aceh memiliki UU-PA sebagai acuan hukum, tetapi Pilkada Aceh juga tidak pernah lepas dari aturan dan rujukan nasional,” ujar Ayi dalam rilis yang dikirimnya.

Memang, lanjut dia, dalam Undang-undang hanya dibolehkan sekali calon independen di Aceh sebelum ada UU-PA, namun itu bisa dilakukan judicial review. Apalagi kenyataan sekarang ini, masih kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. “Dengan adanya calon Independen masyarakat dapat ikut berpartisipasi bebas dalam Pilkada,” terang Ayi lagi.

Dalam rapat tersebut, para Mahasiswa dan Pemuda Aceh di Malang, merekomendasi empat kesimpulan, yaitu dukungan terhadap calon Independen dan judicial review. “Mengikuti keinginan masyarakat secara umum, secara kultur calon independen sangat mungkin dilakukan dan calon Independen bagian dari proses demokrasi,” tulis mereka.

Dalam rilis yang ditandatangani Ketua IPPMATANG Kamsen, IPPMA Muslem dan Solidaritas Untuk Warga Aceh Ayi Meugit , berharap pemerintah Aceh terus melakukan upaya perbaikan ekonomi masyarakat Aceh secara adil dan menyeluruh, sehingga perdamaian yang telah terjalin ini benar-benar dinikmati rakyat Aceh yang ikut merasakan langsung konflik maupun imbas konflik. “Tanggung jawab pemerintah dalam menyejahterakan rakyat Aceh yang terpuruk ekonomi akibat konflik,” harap mereka.(*/ha/ari)

KOMENTAR