Pelatihan Teknik Lobby UIN Ar-Raniry

Pelatihan Teknik Lobby UIN Ar-RanirySEBANYAK 50 orang perwakilan mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dibekali dengan pelatihan teknik persidangan dan teknik Lobby, Sabtu (12/4/2014) bertempat di Aula Audit Fakultas Adab dan Humaniora di kampus setempat.

Pelatihan yang di selenggarakan oleh Senat Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-raniry menghadirkan pemateri, Prof. Dr. H. Syahrizal Abbas, MA (Kadis Syariat Islam Aceh) dan Rudy Bastian (Manajer Program LBH Anak Aceh).

Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora, Arkin dalam sambutannya seperti rilis yang diterima SeputarAceh.com mengatakan, “pelatihan ini bukan sebatas seremonial, kita berharap dari forum ini akan lahir seorang pemimpin dan juga penglobby ulung kedepannya”.

Ia juga menambahkan kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, khususnya bagi pengurus Senat Mahasiswa yang merupakan lembaga legislatif mahasiswa.

“Seluruh peserta akan dibekali teknik persidangan yang merupakan kebutuhan dasar dari tugas lembaga legislatif mahasiswa. Bagaimana membuat undang-undang dan teknik dalam persidangan,” tambahnya.

Sebelumnya Ketua Panitia, Rahman Wahyudi dalam laporannya menyatakan peserta pelatihan teknik persidangan dan teknik lobby merupakan delegasi dari setiap lembaga se-lingkungan fakultas Adab dan Humaniora.

“Kegiatan ini diikuti seluruh elemen mahasiswa di Fakultas Adab dan Humaniora yang terdiri dari seluruh pengurus Senat Mahasiswa serta 5 Orang delegasi dari setiap Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), DEM FAH, dan Organisasi Eksternal lainnya,” kata Yudi.

Sementara itu pemateri dalam pelatihan ini, Syahrizal Abbas memaparkan bahwa pelobi adalah seseorang yang memiliki seni dan kemampuan membujuk orang lain agar mau mengikuti keinginannya.

“Lobby adalah sebuah seni dan kemampuan, dan untuk menjadi peloby diharuskan memiliki daya tawar atau nilai jual yang tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan pelobi juga harus memiliki performance dari luar dan dalam, memerhatikan situasi dalam melobi serta menghargai dan menghormati orang yang menjadi sasaran untuk dilobi.

“Disamping memiliki kecerdasan intelektual seorang pelobi juga harus memiliki kecerdasan emosional dan spiritual,” tambahnya.

Selain itu, Rudy Bastian yang tampil pada kesempatan selanjutnya menyampaikan materi tentang teknik persidangan dan simulasi pengadilan semu. (rel)

KOMENTAR