Banda Aceh – Merasa malu dengan prestasi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang berada satu tingkat di bawah Papua pada tahun lalu, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, kemarin melakukan inspeksi mendadak (Sidak) peserta MTQ Aceh yang sedang berlatih untuk persiapan MTQ ke 23 pada 5-15 Juni mendatang di Bengkulu.

“Kita malu dengan prestasi Aceh di MTQ 22 lalu yang berada di bawah Papua,” kata Irwandi di depan 41 qari-qariaah yang akan berangkat ke Bengkulu.

Irwandi punya beberapa alasan malu, pertama kerena Islam pertama masuk ke Aceh di Nusantara ini, kemudian 98 persen penduduk Aceh muslim, dan malu karena Aceh daerah yang memberlakukan Syariat Islam serta punya Dinas Syariat Islam dan Badan Dayah.

“Pada kalianlah pemerintah dan rakyat Aceh menaruh harapan, agar kita tidak malu dengan daerah lain, seperti Papua. Gunakanlah kesempatan yang masih ada untuk melatih ketrampilan dan pengetahuan,” saran Irwandi.

Tentang target yang akan dibebankan pada peserta MTQ, Irwandi berharap mereka mendapat yang terbaik. “Paling kecil lima besar, namun kita tidak mau membebankan target pada peserta, yang terpenting kita berharap mereka melakukan terbaik.”

Koordinator training peserta MTQ Prof. Dr  Asman Ismail menyatakan akan memboyong 41 qari-qariah ke Bengkulu. Mereka nantinya mengikuti delapan cabang MTQ, yakni Tilawah, Tahfizh, Kiraah Sabaah, Fahmil, Syarhil, Khattil, Tafsir dan cabang M2KQ (Menulis kandungan Alquran).

“Ke 41 peserta akan mengikuti 36 katagori yang diperlombakan dari delapan cabang tersebut,” tukas Asman. (*/ha/cta)

KOMENTAR