Jakarta — Pemerintah Korea Utara mengecam serangan militer Israel ke Jalur Gaza yang disebut sebagai tindakan “gangster” dan menyampaikan dukungan penuh bagi rakyat Palestina.

“Kami sangat mengecam tindakan bak gangster Israel dan menyampaikan dukungan penuh serta solidaritas kepada rakyat Palestina dalam perjuangan mereka,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara seperti dikutip KCNA, Jumat (23/11) kemarin.

“Ini merupakan tindak pidana tak terampuni dari pelanggaran ceroboh terhadap kedaulatan Palestina dan serius mengganggu perdamaian serta keamanan di Timur Tengah,” kata juru bicara yang tidak mau namanya disebutkan itu.

Dia menambahkan, penting bagi perdamaian abadi di Timur Tengah untuk memastikan hak nasional rakyat Palestina guna membentuk satu negara yang berdaulat.

Israel merespon tembakan roket dari Gaza dengan melancarkan “Operasi Pilar Pertahanan” pada 14 November lalu.

Konflik delapan hari itu telah menewaskan 164 warga Palestina, termasuk 43 anak-anak, dan melukai lebih dari 800 orang, kata Kementerian Kesehatan Hamas di Gaza yang dikutip Xinhua. Sementara di Israel, enam orang tewas akibat tembakan roket dari Gaza.

Israel dan kelompok gerilyawan Palestina di Jalur Gaza mencapai kesepakatan gencatan senjata untuk mengakhiri pertempuran delapan hari pada Rabu (22/11) lalu.

Israel dilaporkan setuju untuk menghentikan aksi militernya di udara, darat dan laut, termasuk pembunuhan yang ditargetkan.

Palestina juga akan menghentikan penembakan rudal ke Israel dan serangan terhadap tentara di perbatasan. (fth/ant)

KOMENTAR