Lhokseumawe – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Krueng Geukueh, Aceh Utara, menyarankan pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Aceh meminta tambahan jatah pupuk urea menyusul sering terjadinya kelangkaan ketika musim tanam tiba. Penambahan jatah dibenarkan bila adanya permintaan dari bupati/walikota ke gubernur Aceh yang nantinya akan diteruskan ke menteri Pertanian di Jakarta.

Hal itu ditegaskan Direuktur Utama PT PIM, Mashudianto menyusul seringnya terjadi kelangkaan di beberapa daerah saat musim tanam, kendati Mashudianto mengatakan pasokan selama ini sudah cukup untuk kebutuhan petani di seluruh Aceh. “Petani tak perlu khawatir karena kami siap menambah jatah untuk Aceh,” ungkapnya di Krueng Geukueh, Aceh Utara, Kamis (22/7/2010) siang.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian alokasi pupuk Aceh untuk satu tahun mencapai 97.155 ton yang direalisasikan di 23 kabuapten/kota. Untuk tahun 2010, sampai Juni daya serap mencapai 70,14 persen. “Kalau ada daerah yang merasa tidak cukup, silakan mengirim surat ke gubernur dan nanti diteruskan ke menteri Pertanian,” kata Mashudianto lagi.

Dihubungi terpisah, Sekretaris PT PIM, Usman Mahmud, mengatakan perusahaan tidak membenarkan karyawan ikut bermain menjadi distributor. Namun, ia mengaku hal itu sulit dibuktikan karena secara legal nama karyawan tidak tercantum. “Kalau ada akan kami tindak,” tandas.

Adanya dugaan karyawan PT PIM yang memiliki saham di perusahaan distributor terlihat dalam riset yang dilakukan sebuah lembaga pendidikan di Lhokseumawe, Aceh, belum lama ini. Sejumlah karyawan PT PIM terlihat ikut membahani distributor ketika diwawancarai oleh peneliti. Bahkan ada karyawan PT PIM yang melarang distributor memberikan data kepada para peneliti atau mengabarkan kedatangan peneliti sehingga para distributor sudah mempersiapkan diri.(ayi)

KOMENTAR