Meulaboh — Pelabuhan Jetty di Suak Indrapuri, Meulaboh, Aceh Barat, selama tiga hari sejak Sabtu hingga Senin (20-22/10) ditutup untuk umum karena ada aktivitas pemuatan batubara milik PT Mifa Bersaudara dari lokasi penumpukan ke tongkang.

“Penutupan ini dilakukan selama tiga hari untuk menghindari hal yang tidak diinginkan bagi masyarakat,” ujar Kadis Perhubungan Pariwisata dan Telekomunikasi (Dishubpartel) Aceh Barat, Saiful AB SE.

Menjawab Serambi, Sabtu (20/10) di sela meninjau pelabuhan, Saiful mengatakan, penutupan hanya pada bagian pintu masuk, sehingga tidak menganggu jalur yang selama ini dilewati warga. “Setelah tongkang berangkat pada Senin (22/10) sore, maka pelabuhan dibuka kembali untuk umum,” tambah Saiful AB.

Sementara itu, Rahmad dari PT Mifa Bersaudara mengungkapkan, batubara yang akan dibawa oleh tongkang sebanyak 8.000 ton untuk disuplai ke PT Semen Andalas Indonesia (SAI) di Lhoknga Banda Aceh. Sedangkan ke depan sejauh ini masih dalam penjajakan dan yang diangkut ini merupakan perdana,

Dikatakannya, tongkang itu bisa memuat 10.000 ton sedangkan batubara yang sudah ditumpukkan di Suak Indrapuri sebanyak 9.000 ton lebih. “Yang kita bawa ke PT SAI itu sesuai kontrak sebanyak 8.000 ton,” ujarnya.

Tinjau pelabuhan

Sementara itu, pada Sabtu (20/10/2012) kemarin, empat anggota DPRK Aceh Barat, Ramli SE, Rizwan MA, Drs Meurah Ali, dan Samsul Bahri meninjau pelabuhan Jetty lokasi tongkang merapat yang akan memuat batubara milik PT Mifa Bersaudara. Juga hadir dari eksekutif, Asisten II, Drs Hasan Abdullah, Kepala DPKKD, Drs Yunus Hamzah, Kadis Tambenperindagkop, Drs Zulkarnain, dan Kadis Perhubungan, Saiful AB SE.

“Kita berharap MoU perlu segera dilahirkan sehingga bagi hasil menjadi jelas,” ujar Ramli, anggota DPRK. (Serambi)

KOMENTAR