Jakarta — Persatuan Mahasiswa Indonesia China (Permic) Xiamen, menyelenggarakan pentas budaya di Kota Xiamen sejak 22-23 Maret.

Acara yang diselenggarakan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air bagi mahasiswa Indonesia yang belajar di China sekaligus mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia kepada masyarakat di Xiamen, dan diwujudkan dalam bentuk pameran pariwisata dan bazaar yang berlangsung selama dua hari.

Selain itu, pada hari ini Sabtu (23/3) pihak panitia juga mengadakan seminar motivasi bersama Andrie Wongso dengan tema “Success is My Right”. Secara keseluruhan acara ini bertemakan “Unite Your Nationalism Spirit WithThe Color of Wonderful Indonesia”. Acara yang didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Melalui sambutan tertulisnya seperti rilis yang diterima SeputarAceh.com, Jumat (22/3), Direktur Promosi Konvensi, Insentif, Event, dan Minat Khusus, Rizki Handayani, mengaharapkan acara ini dapat rutin diadakan pada tahun-tahun berikutnya.

Ketua Panitia Geraldo Gelian, menyatakan acara ini diselenggarakan untuk mengembangkan potensi mahasiswa Indonesia di Xiamen. “Kami ingin menumbuhkan rasa nasionalisme kepada setiap mahasiswa Indonesia disini, karena itulah kami menyelenggarakan seminar motivasi ‘Menggapai Kesuksesan dengan Semangat Nasionalisme’. Meski jumlah mahasiswa Indonesia di Xiamen tak begitu banyak dibandingkan perkumpulan mahasiswa Indonesia di kota lain di China, namun sejak awal saya optimis dengan keberhasilan acara ini,” jelasnya.

Pada Kesempatan terpisah Kepala Sekretariat Nasional Asosiasi Duta Wisata Indonesia (ADWINDO) Adi Pratama, menyebutkan kerjasama ADWINDO pada kegiatan di Xiamen ini bertujuan untuk mengingatkan sekaligus memperdalam pengetahuan mahasiswa Indonesia di Xiamen tentang budaya Indonesia yang mungkin jarang mereka lihat di Xiamen.

“Kami berharap melalui acara ini generasi muda Indonesia yang ada di Xiamen semakin cinta dan semakin bangga dengan identitas dirinya sebagai bangsa Indonesia, bukan kebanggaan yang menjurus kepada etnosentrisme melainkan sebagai pengingat akan nilai-nilai luhur dari kebudayaan Indonesia yang bisa menjadi guidelines dan inspirasi bagi para pemuda kita dalam bertindak berpikir dan bertindak secara positif,” tutur Adi.

Selama di Xiamen Adwindo juga menjalankan fungsi promosi pariwisata Indonesia kepada masyarakat Xiamen. Promosi budaya yang dilakukan Adwindo antara lain melakukan pementasan budaya dan menghadirkan pameran pariwisata untuk memperkenalkan pariwisata kepada masyarakat Xiamen.

“Kesamaan visi membuat kami tertarik untuk menjadi bagian dari kegiatan ini, ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk mempromosikan kebudayaan dan pariwisata Indonesia ke mancanegara. Semoga mahasiswa Indonesia yang berada di Xiamen, juga turut mempromosikan pariwisata Indonesia terutama yang mungkin masih banyak belum dikenal dunia. Kami berharap bisa mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara ke berbagai daerah di Indonesia yang mungkin kurang mendapat promosi,” pungkas Adi.

Sekilas Tentang Permic Xiamen dan ADWINDO

Persatuan Mahasiswa Indonesia China (PERMIC) Xiamen terbentuk pada tanggal 1 Juli 2007. Pelopor lahirnya Organisasi ini adalah sekelompok mahasiswa Indonesia yang belajar di Xiamen antara lain Sumantri, Berhen, Sandri, Ricky, Meixia, Miea, Christin, Henny dan Lukas. Mereka memiliki tujuan untuk menyatukan serta membantu mahasiswa Indonesia yang belajar di Xiamen. Sejak awal terbentuk, Permic Xiamen telah membantu mahasiswa dalam urusan administratif serta mengadakan serangkaian acara. Salah satu acara yang rutin diadakan adalah perayaan 17 Agustus untuk memperkuat rasa nasionalisme.

Sedangkan ADWINDO adalah wadah nasional pergerakan duta wisata di seluruh Indonesia. Organisasi ini pertama kali berdiri sebagai hasil dari Kongres Duta Wisata Indonesia pada tahun 2005 di Bali. Tujuan ADWINDO adalah menjadi partner pemerintah dalam melibatkan generasi muda berpartisipasi secara aktif dalam membangun pariwisata dan melestarikan budaya Indonesia. Dalam kegiatanya, ADWINDO mendapatkan dukungan dan pembinaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.[]

KOMENTAR