Banda Aceh — Anggota Komisi VI DPR RI Marzuki Daud, mengatakan rakyat harus merasakan manfaat dari kehadiran sebuah industri berskala besar sebagai upaya mencegah terjadinya kecemburuan sosial khususnya sekitar perusahaan itu beroperasi.

“Pengalaman masa lalu kehadiran industri besar di Aceh Utara justru kurang berdampak menyejahteraan bagi masyarakat, rakyat sekitar hidup dalam keadaan miskin,” katanya di Aceh Timur, Senin (03/09).

Hal tersebut disampaikan Marzuki Daud dalam pertemuan dengan Bupati Aceh Timur Hasballah dan para pimpinan PT Medco. Perusahaan migas PT Medco akan melakukan ekploitasi sumberdaya alam di kawasan Aceh Timur.

Seperti dikutib Kasubag Humas Sekdakab Aceh Timur Eddyanto, politisi Partai Golkar daerah pemilihan (dapil) Aceh itu menegaskan pihaknya tidak berharap ada “Arun Jilid 2 di Aceh” dan PT Medco yang akan beroperasi di blok A Aceh Timur harus memberi manfaat bagi masyarakat.

“Saya berharap operasional PT Medco juga mampu memberikan manfaat bagi upaya meningkatkan kesejahteraan bagi penduduk, khususnya di wilayah Aceh Timur,” katanya menegaskan.

Marzuki yang juga wakil ketua tim pemantau otsus Aceh dan Papua itu menyatakan pihaknya setuju dengan permintaan Bupati Aceh Timur Hasballah terkait dengan tender perusahaan itu dilakukan di wilayahnya.

“Saya dukung setiap tender skala kecil dan besar PT Medco agar dilakukan di Aceh Timur. Selain program CSR perusahaan untuk kesejahteraan penduduk melalui bantuan kepada usaha kecil menengah atau UKM bagi masyarakat Aceh Timur,” kata dia menjelaskan.

PT Medco direncanakan akan memulai produksi sumber migas blok A di Aceh Timur itu pada tahun 2013.

“Meski belum berproduksi, namun PT Medco telah memberikan bantuan sebesar Rp70 miliar untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Aceh Timur,” kata Eddyanto.

Sementara itu, PT Pertamina juga akan membangun terminal penimpanan gas dengan memberdayakan bekas kilang milik PT Arun di Lhokseumawe dan Aceh Utara. (ant)

KOMENTAR