Lhokseumawe  – Ditengah lesunya realisasi kredit bagi pelaku dunia usaha dari bank konvensional di Aceh. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Syariah Cabang Kota Lhokseumawe menyalurkan dana pembiayaan usaha senilai Rp147 miliar untuk serangkaian kegiatan pemulihan perekonomian masyarakat di bekas daerah konflik.

Usaha itu meliputi sektor pedagang, pertanian, peternakan, konstruksi, dan sosial. ”Besaran nilai yang kami kucurkan bervariasi, tergantung dari peluang bisnis yang disajikan. Prosesnya pun tak begitu rumit, karena kami memakai sistem ekonomi Islam, dengan cara bagi hasil. Dana bagi hasil yang diperoleh nantinya di sport untuk Qardul Hasan (dana kebajikan), guna menghidupkan usaha para fakir/ miskin lainnya,” kata Kepala BPD Syariah Cabang Lhokseumawe, H Sukri M Saleh, Jumat (30/4/2010).

Sejauh ini, sebut dia, pihaknya dana pembiayaan usaha kepada 2.489 orang, melalui Cabang Pembantu Lhoksukon, Bireun, dan Kota Langsa. Dia berharap, masyarakat untuk memahami betul pola ekonomi Islam seperti yang diamanahkan Rasulullah SAW, dengan tanpa sekali pun berpatok pada bunga. ”Bank syariah kini memakai sistem bagi hasil yang kini banyak diikuti oleh negara-negara belahan Eropa dan Amerika,” imbuhnya.(*/ha/win)

KOMENTAR