Jakarta — Bertambahnya pengguna jejaring sosial Facebook yang mencapai 1 miliar akun, membuat situs besutan Mark Zuckerberg menjadi panggung media sosial terbesar di dunia.

Namun, penelitian Universitas Lund dan Gothenburg di Swedia menunjukkan bahwa Facebook dapat mengeluarkan sifat gelap seseorang, seperti dikutip dari erabaru.net, Kamis (6/12).

Profesor psikologi kognitif dari Universitas Lund, Sverker Sikström, berkata sifat-sifat gelap ini diakibatkan oleh kompetisi untuk status sosial di Facebook.

Para peneliti menemukan beberapa pengguna Facebook mengembangkan ciri-ciri kepribadian permusuhan interpersonal, yang dikenal sebagai ‘Tiga Serangkai Gelap’, yaitu narsisme, machiavelianisme, dan psikopati.

Kepribadian narsisme ditandai dengan pandangan elit terhadap diri sendiri dengan perasaan egoisme dan kurangnya empati.

Beberapa teori mengaitkannya dengan perlindungan diri yang lemah atau malu. Ciri-ciri kepribadian Machiavelian termasuk sikap masa bodoh sinis terhadap moralitas, manipulasi, dan eksploitasi, berfokus pada diri sendiri, dan penipuan.

Kepribadian psikopati ditandai dengan sifat tidak berperasaan yang egois, pencarian-sensasi impulsif, kurangnya pengaruh pribadi, dan kekejaman.

“Orang yang tinggi dalam ciri-ciri gelap ini menulis dengan cara yang berbeda dengan mereka yang rendah dalam ciri-ciri ini,” jelas Sverker.

Profesor Sikström berkata ciri-ciri ini berkaitan; jika anda memiliki satu, kemungkinan besar anda memiliki seluruhnya.

“Kita harus berpikir mengenai apa yang kita tulis di Facebook dan mungkin lebih layak dan rendah hati dalam berekspresi. Jika jujur pada diri sendiri, pada akhirnya anda mendapatkan teman-teman baik,” terangnya.

Di zaman teknologi yang serba cepat, jaringan sosial mungkin telah menciptakan dilema moral baru. Kembali pada nilai tradisional seperti kebaikan dan kejujuran, akan memberi masa depan yang lebih baik.[]

KOMENTAR