Banda Aceh – Kapal perang Pakistan yang baru saja dibeli dari China singgah di Kota Pelabuhan Sabang, Provinsi Aceh, Rabu (23/05), dalam rangka kunjungan persahabatan di pulau paling ujung barat Indonesia itu. Kapal “Pakistan Navy Ship Azmat” dengan panjang 63 meter dan lebar 7,5 meter tiba di Sabang pukul 07.30 WIB dengan berawakan 64 tentara Angkatan Laut.

Komandan Lanal Sabang Kolonel Laut (P) Dodi Hermawan menerima kedatangan kapal Perang Pakistan PNA Azmat yang dikomandani Letkol Amed di dermaga Umum BPKS. Kedatangan tamu juga disambut oleh Sekdako Sabang Amiruddin, Dan Lanudal Mayor Laut Sugeng, Asisten III Pemko Ridwan, Pasiop Lanal Mayor Laut Ali Setiandi dan Pasi Intel Lanal Mayor Laut Jefri dan diramaikan siswa SMA dan SMK.

Selanjutnya, para tamu dari Pakistan dijamu ke Kantor Pemko Sabang untuk silaturahmi serta memperkenalkan sistem pemerintahan di Sabang. Letkol Amed atas nama Pemerintah Pakistan menyambut baik sambutan dari Pemko Sabang dan TNI Angkatan Laut Sabang yang sangat luar biasa.

Amed mengatakan, kedatangan kapal perang yang melintasi wilayah perairan Indonesia telah dilaporkan secara resmi melalui agen resmi pemerintah setempat. Kunjungan ini sebagai silaturahmi antara Angkatan Laut Paskitan dengan Angkatan Laut Pemerintah Indonesia, ujar Amed.

Usai pertemuan dianjungan kapal Pakistan Navy Ship Azmat, Dodi Hermawan mengatakan, singgahnya kapal perang Pakistan ke Sabang bukan saja dalam rangka memperkenalkan kapal yang baru dibeli

Tetapi lebih jauh lagi, keuntungan bagi Sabang sendiri, dimana mereka sudah melihat langsung terhadap keamanan laut, keramah-tamahan masyarakat serta sambutan dari Pemko Sabang yang begitu antusias atas persahabatan ini, ujar Dodi.

Dodi menambahkan, kapal perang ini tergolong canggih dan rencananya akan berada di Sabang selama dua hari sampai Kamis (24/5). Selama di Sabang, para Angkatan Laut Pakistan juga akan berekreasi ke kawasan wisata seperti Gapang, Iboih dan daerah wisata lainnya.

Mereka ingin melihat keindahan bawah laut Pulau Rubiah, hal tersebut akan berdampak baik bagi pariwisata, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang sebab program “Go Internasional Wisata tahun 2014″ akan dapat tercapai, kata Dodi. (ant)

KOMENTAR