Yogyakarta — Sejumlah mahasiswa Aceh yang tergabung dalam Taman Pelajar Aceh (TPA) Yogyakarta menggelar kegiatan seni dan pembacaan puisi dalam rangka peringatan sewindu musibah gempa dan tsunami yang melanda Aceh, di di titik nol kilometer, Kota Yogyakarta, Rabu (26/12).

Dalam rilis yang diterima SeputarAceh.com, pihak panitia menyebutkan terselenggaranya acara ini melihat kondisi Aceh yang semakin tegerus oleh pengaruh nilai-nilai negatif dalam kehidupan sosial masyarakat.

“Telah terjadi degradasi nilai di masyarakat Aceh, hal ini terlihat dari pembangunan berorientasi fisik yang ikut memperparah kondisi sosial tersebut, seperti memudarnya budaya gotong-royong,” sebut Ketua Panitia Agam Zafina.

Agam juga mengharapkan dengan adanya peringatan sewindu tsunami di Aceh ini, pemuda dan mahasiswa di rantau bisa kembali ikut menggerakkan kembali budaya yang ada, agar tidak berganti menjadi budaya “cash for work”.

Selain menampilkan sejumlah kesenian seperti pembacaan puisi dan hikayat serta aksi tarian khas Aceh yang dibawakan oleh Seniman Perantauan Atjeh (SePAt), yang beberapa penari melumuri diri dengan lumpur.

Para pemuda dan mahasiswa rantau di Jogja ini juga sempat melakukan long march yang dimulai dari Asrama Aceh Meurapi Duwa di Kota Baru, dengan melalui jalan Malioboro yang berakhir di titik 0 km Yogyakarta.

Aksi dari TPA Yogyakarta juga menyedot perhatian pengguna jalan untuk menyaksikan secara langsung, pihak panitia juga membagi-bagikan 100 bunga mawar putih untuk para pelintas jalan raya.[]

KOMENTAR