Blangpidie – Masyarakat dan komunitas nelayan asal Desa Lhok Pawoh Kecamatan Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyesalkan sikap pemerintah yang dinilai tidak serius membenahi sector kelautan.

Hal itu terlihat dengan belum adanya tanda-tanda pembangunan dermaga serta tanggul penahan ombak yang dikerjakan setengah jadi oleh kontraktor hingga saat ini masih dibiarkan telantar. Akibatnya banyak nelayan mengalami kesulitan bahkan harus ektra hati-hati ketika melalui jalur lintasan di kawasan Kuala Lhok Pawoh Manggeng.

Muhib, salah seorang nelayan setempat mengatakan kalau setiap hari para nelayan mengalami kesulitan yang sangat besar ketika harus keluar menuju ke laut lepas dalam mencari nafkah, karena sulitnya akses di pintu Kuala Lhok Pawoh. Menurutnya tidak kurang ratusan boat saban harinya melewati jalur tersebut. “Padahal proyek tanggul dermaga telah hampir setahun lalu ditelantarkan, akibatnya selain jalurlintasan menjadi dangkal, boat yang akan docking (perawatan) juga mengalami kesulitan untuk naik,” jelasnya.

Sejumlah nelayan lainnya juga melontarkan keluhan yang sama  dan berharap agar pemerintah segera mengerjakan proyek tersebut sampai selesai. “Kita butuh penanganan sesegera mungkin,” kata Budiman, nelayan setempat.

Dari pantauan di lokasi Kamis (8/7/2010) terlihat kondisi tanggul penahan ombak yang dibangun oleh salah satu kontraktor yang disebut-sebut berasal dari Banda Aceh terlihat mulai mengalami pergeseran dan rusak, bahkan banyak batu tebing yang telah disusun mulai runtuh dan berserakan. Kondisi pintu kuala jalur keluar masuk para boat nelayan ke laut juga semakin dangkal sehingga menyulitkan para nelayan ketika harus mencari nafkah karena melewati jalur yang terkesan tidak aman.(*/ha/fri)