Banda Aceh — Ziarah kubur usai melaksanakan Shalat Ied, (19/08) menjadi rutinitas yang dilakukan masyarakat Aceh setiap tahunnya.

Usai shalat, biasanya masyarakat langsung berbondong-bondong mengunjungi kuburan massal untuk mendoakan keluarga dan para korban gempa dan tsunami yang melanda Aceh, 26 Desember 2004 silam.

Bencana dahsyat ini memang meninggalkan luka yang dalam bagi keluarga korban, dan terus membekas dalam ingatan. Ramainya warga yang menziarahi kuburan massal, menjadi pemandangan yang hanya terlihat saat menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Iedul Fitri.

Salah satu kuburan massal yang banyak di ziarahi warga kota Banda Aceh dan Aceh Besar yaitu kuburan massal Desa Siron Blang Bintang.

Salah satu penziarah Huda mengatakan, “Berziarah ke kuburan massal menjadi kebiasaan yang di lakukan dirinya pasca Tsunami melanda Aceh tahun 2004 silam, dimana dalam musibah Tsunami tersebut, ia kehilangan istri dan 3 orang anaknya,” ungkapnya.

Huda mengakui dirinya memilih menziarahi kuburan massal Siron ini karena ia meyakini keluarganya di makamkan di kuburan tersebut.

Hal senada juga di sampaikan Rosma, kebiasaan menziarahi kuburan massal ini di lakukannya pada saat Lebaran dan saat kenduri. Rosma menyatakan selain kuburan massal Siron dirinya juga sering menziarahi kuburan massal Ulee Lheue di Banda Aceh, untuk mendoakan para korban Tsunami yang termasuk keluarganya. (koranbogor.com)

KOMENTAR