Lhokseumawe – Sedikitnya 32 balita di Kota Lhokseumawe mengalami gizi buruk. Sementara penderita lumpuh layu sekitar sembilan balita. Walikota setempat, Munir Usman turun langsung ke sejumlah rumah warga miskin untuk melihat kondisi balita lumpuh layu, Selasa (9/3/2010).

“Hasil survei hingga Desember 2009 lalu, yang mengalami gizi buruk mencapai 32 balita. Dan, penderita lumpuh layu sekitar sembilan balita. Hingga kini, petugas masih terus melakukan survei ke gampong-gampong yang jauh dari pusat kota,” kata kepada Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe Saifuddin Saleh di sela-sela kunjungan Walikota Munir Usman untuk melihat balita penderita lumpuh layu di Meunasah Alue Kecamatan Muara Dua.

Menurut Saifuddin, 32 balita yang mengalami gizi buruk dan sembilan penderita lumpuh layu saat ini dalam penanganan pihak Dinas Kesehatan bekerja sama dengan instansi terkait. “Bagi balita gizi buruk yang agak parah, penanganannya mulai dari opname, rawat jalan, dan dibantu obat-obatan serta makanan tambahan. Hal itu sesuai rekomendasi dokter. Yang paling penting, pola asuh dari orangtua si balita supaya menjalankan pemberian menu makan seperti yang telah kita tentukan,” ujarnya.

Sedangkan sembilan balita penderita lumpuh layu, lanjut Saifuddin, penanganannya dirujuk ke rumah sakit karena membutuhkan perawatan yang memakan waktu lama. Dari sembilan balita penderita lumpuh layu di Kota Lhokseumawe, kata dia, di antaranya temuan tahun 2007 dua balita, tahun 2008 empat balita dan tahun 2009 tiga balita.

Saat melihat langsung kondisi Yuliani, 5, balita penderita lumpuh layu di Dusun Paloh Pineung Gampong Meunasah Alue Kecamatan Muara Dua, Walikota Munir Usman meminta pihak Dinas Kesekatan memberikan penanganan yang maksimal.

“Anak saya ini, sejak lahir hingga usia tiga tahun bisa jalan. Tapi setelah demam hingga step, dan kemudian sempat mengalami gizi buruk, kami rawat di rumah sakit. Sejak setelah dirawat sampai sekarang, dia sudah tidak bisa duduk dan berjalan. Bahkan, tidak bisa lagi berbicara,” kata Maryam, ibu kandung Yuliani.(ha/nsy )

KOMENTAR