Jakarta – Pulau Bali masih dilanda bencana. Beberapa bangunan, mulai dari rumah, Pura dan lainnya rusak parah. Korban jiwa pun berjatuhan. Akibat bencana yang terjadi sejak Selasa 13 hingga 17 Maret 2012 itu menimbulkan kerugian material yang tak sedikit.

“Jumlah kerugian sementara yang sudah masuk ke kami mencapai Rp1,9 miliar,” kata Kepala Pusat Pengendalian Operasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Provinsi Bali, I Gede Jaya Seratabrana. “Rinciannya kerugian di Kabupaten Badung, Rp587 juta, Tabanan Rp895 juta, Klungkung Rp135 juta Karangasem Rp278 juta dan Kota Denpasar Rp75 juta. Sementara Kabupaten Buleleng dan Bangli belum dihimpun, karena belum bisa diidentifikasi,” katanya, Minggu 18 Maret 2012.

Ia belum bisa merinci jumlah itu meliputi kerugian material apa saja. Hanya saja, sambung Seratabrana, kerugian itu sementara ini diakumulasi dari seluruh kerugian material akibat cuaca buruk yang menghantam Bali.

Sementara itu, untuk jumlah korban jiwa, Seratabrana menyebut hingga hari ini korban jiwa yang jatuh sebanyak lima orang. “Dua orang di Karangasem, tiga orang di Gianyar, termasuk dua orang yang semalam tertimpa pohon. Ini korban jiwa akibat angin kencang, belum ditambah longsor di Bangli,” katanya.

Cuaca buruk yang melanda Bali beberapa hari terakhir, imbuh Seratabrana, merupakan imbas dari badai tropis Lou di Teluk Australia. “Ini masih terjadi hingga beberapa hari ke depan,” tutur dia.

Untuk mengantisipasi bencana susulan, Seratabrana mengaku sudah menyiagakan pasukannya yang terdiri dari 8 orang dokter, 16 perawat, 8 operator radio dan 9 sopir yang terbagi dua induk dengan tiga armada. “Kami tetap siaga penuh 24 jam,” kata Seratabrana. (vnc/YEZ/SB)