MEMILIKI mimpi dan masa depan adalah harapan dari ratusan anak di Aceh. Tak dapat menolak lupa peristiwa 15 tahun lalu, mereka jadikan kenangan itu sebagai awal kebangkitan untuk mengejar cita-cita mengubah duka menjadi kemenangan.

Melewati masa pemulihan dari pilu, kini sang tsunami survivor tengah bersiap diri meningkatkan kapasitas untuk maju bertarung di dunia kerja dan masyarakat.

SOS Children’s Villages Indonesia, lembaga non pemerintah yang fokus kepada pengasuhan anak berbasis keluarga, merupakan lembaga yang hingga kini bekerja bagi anak dan keluarga di Aceh. Setahun pasca bencana, dua desa anak didirikan di Lamreung, Aceh Besar dan Meulaboh, Aceh Barat yang menjadi rumah bagi 250 anak.

Memori perjuangan anak Aceh, menggerakkan kaki lima pelari Run To Care (RTC) untuk lakukan misi kebaikan. Nicky Hogan (Book Author, Charity Runner), Carla Felany (Charity Runner), Gatot Sudariyono (Charity Runner), Vonny Anggraini (Actor, Charity Runner), dan Beny Syaaf Jafar (Charity Runner) memulai perjuangan menyelesaikan jarak 250 KM dari Meulaboh (ground zero) menuju Banda Aceh, Senin (18/11/2019).

Perhelatan lari ini dimulai dari SOS Children’s Village Meulaboh di Mauriam Lapang Aceh Barat pada pukul 07.00 WIB.

RTC sendiri terbagi dalam empat etape yang ditempuh selama empat hari dengan jarak 65 kilometer dalam setiap etape oleh kelima pelari. Mengulik kembali kenangan tsunami, rute lari pada hari pertama dan kedua akan melalui Kota Meulaboh, Samatiga, Krueng Sabee, Kuala Bakong, dan disambut oleh Bupati Aceh Jaya pada etape kedua.

Keindahan pemandangan menjadi semangat bagi para pelari di etape ketiga menuju finish dengan melintas Sampoiniet,  Gunung Geurutee, Blang Mee, Gunung Kulu, Leupeung, Lhoknga,  pesisir pantai Ulee Lheue, beberapa monument peringatan tsunami dan berakhir di SOS Children’s Village Banda Aceh di Lamreung, Aceh Besar.

“Seluruh persiapan telah dilakukan untuk perhelatan ini. Didukung berbagai pihak dan masyarakat Aceh, kami yakin bahwa misi kemanusiaan ini akan berjalan lancar dan didukung semesta untuk membantu 250 anak di dalam pengasuhan SOS Children’s Villages menjadi #AnakAcehHebat,” ujar Sumanda Tondang, Fund Development and Communication Director SOS Children’s Villages Indonesia yang hadir melepas garis start bersama Bupati Aceh Barat.

Mengusung tagline #AnakAcehHebat, kelima pelari akan menyelesaikan rute lari sekaligus sebagai aksi penggalangan dana yang telah dilakukan melalui crowdfunding.

Dimulai pada 25 September hingga 25 November 2019, publik dapat ikut berdonasi melalui website runtocare.com/aceh yang akan wujudkan biaya pengasuhan, pendidikan dan kesehatan bagi 250 anak di Banda Aceh dan Meulaboh.

Perhelatan ini dapat terlaksana berkat dukungan para partner yaitu, Mifa Bersaudara, Yuk Nabung Saham, Bank Mandiri, Berita Satu Media Holding, League, PT SMI, dan 8 komunitas lari.

Publikasi yang meluas diberikan dari BeritaSatu News Channel, BeritaSatu.com, Jakarta Globe, Metro TV, Kantor Berita Radio, Bola.com dan I Love Aceh yang memberikan dampak positif bagi dukungan kepada lima pelari. 

Dalam lintasan sepanjang 250 km ini para pelari Aceh bersama PT MIFA Bersaudara juga ikut meramaikan dan mendukung para pelari dengan ikut relay lebih dari 30 orang.

Garis finish yang menjadi akhir dari misi kemanusiaan diperkirakan akan tiba di SOS Children’s Village Banda Aceh di Lamreung  pada Kamis (21/11/2019) pukul 17.00 WIB.

KOMENTAR