Beijing — Sebagian media cetak di Cina mengalami tekanan untuk menulis ulang artikel yang menyerukan reformasi politik.

Seperti yang dialami oleh Nanfang Zhoumo, sebuah surat kabar di provinsi Guangdong, Cina bagian selatan yang dikenal juga sebagai Southern Weekly. Surat kabar tersebut dilaporkan dipaksa untuk menulis ulang tajuk Tahun Barunya yang menyerukan demokrasi dan kebebasan berpendapat.

Artikel berjudul “Mimpi Cina: Mimpi Konstitusionalisme”, rencananya akan muncul di halaman depan dalam edisi Tahun Barunya hari Kamis. Sumber-sumber menyatakan otoritas setempat menuntut perubahan yang signifikan. Kata-kata seperti kebebasan dan demokrasi dihapuskan dan artikel itu ditulis ulang untuk membenarkan kondisi saat ini.

Artikel asli dan versi yang disensor saat ini beredar di Internet. Situs sebuah majalah Beijing, Yanhuang Chunqiu, tidak bisa diakses sejak Jumat. Majalah tersebut memasang sebuah artikel dalam edisi Tahun Barunya yang menyerukan segera dilakukannya reformasi politik menuju demokrasi.

Kantor berita resmi Cina Xinhua melaporkan, departemen media Partai Komunis Cina mengeluarkan sebuah kebijakan dalam pertemuan hari Jumat untuk semakin memperluas pandangan resmi partai dan pemerintah, seperti diberitakan oleh NHK World, Sabtu (5/1).[]

KOMENTAR