Banda Aceh – Aceh menduduki ranking sembilan pengungkapan kasus narkoba periode Februari 2012, dari 31 provinsi diIndonesia. Data Mabes Polri seperti diungkapkan Dirnarkoba Polda Aceh Kombes Pol Dedy Setyo Yudho kepada Waspada, Selasa (27/3), tindak pidana penyalahgunaan narkoba yang terjadi bulan itu sebanyak 81 kasus dengan jumlah tersangka 126 orang.

Sedangkan pada Januari 2012, sebanyak 80 kasus dengan tersangka 110 orang. “Jika dibanding dengan Januari memang menurun, tapi jumlah kasusnya meningkat. Kita berharap ini akan terus menurun sehingga Aceh bisa berada di luar sepuluh besar,karena masalah narkoba di Aceh sudah sangat mengkhawatirkan,” kata Dedy Setyo Yudho.

Untuk Maret, penangkapan ganja terbesar dilakukan Polres Lhokseumawe sebanyak dua ton 300 kilogram, terakhir oleh Polsek Krueng Raya , kemudian diserahkan ke Polresta Banda Aceh sebanyak 550 kilogram termasuk kendaraan yang mengangkut barang haram tersebut.

“Sedangkan Mus yang diduga sebagai pemilik barang bukti daun ganja kering yangs udah dipaketkan itu melarikan diri dan kini masuk DPO,” ujarnya. Terkait dengan tahapan Pilkada yang sedang dilaksanakan di Aceh, menurut Kombes Pol Dedy Setyo Yudho, memang ada pelaku yang memanfaatkan situasi untuk mengangkut barang haram itu keluar Aceh.

“Mereka memanfaatkan momen Pilkada untuk mengangkut barang haram itu keluar Aceh, tapi karena aparat kepolisian siaga di lapangan, maka bisa digagalkan. Dan semua ini kita tangkap dalam kegiatan rutin yang ditingkatkan menjelang pilkada,”jelasnya.

Dedy menuturkan, selama Maret 2012 , ada 73 orang ditahan karena tersangkut tindak pidana narkotika dan sekarang sedang dalam proses penyidikan. “Para tersangka ini, selain kasus ganja juga kasus sabu.

Kasus sabu yang terbesar ditangkap Polres Bireuen beberapa waktu lalu sebanyak dua ons, 80 gram dengan harga sekitar Rp 500 juta lebih,” ungkapnya. Disebutkan, penangkapan kasus narkoba di jajaran Polda Aceh selama Januari-Maret terbesar dilakukan oleh Polresta Banda Aceh, Bireuen,Lhokseumawe, Aceh Timur dan Aceh Tamiang. (WSP/b05)

KOMENTAR