Banda Aceh — Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Aceh, Ir Asrin MP mengatakan, daerah ini memiliki potensi besar di bidang pertanian dan perkebunan. Pertanian di Aceh menghasilkan beras, kedelai, ubi kayu, ubi jalar, jagung, kacang kedelai, sayur-sayuran, dan buah-buahan.

Sedangkan di bidang perkebunan, daerah Aceh menghasilkan coklat, kemiri, karet, kelapa sawit, kelapa, kopi, cengkeh, pala, nilam, lada, pinang, tebu, tembakau, dan randu.

Maka dengan berbagai potensi yang dimiliki itu, Aceh sudah siap menjadi lumbung pangan nasional, sekaligus juga dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional. Terlebih ke depan, jika lahan persawahan yang ada sekarang tergarap maksimal, maka hal itu pasti terealisakan.

Namun, kata Asrin, Pemerintah Aceh akan terus mengupayakan untuk menjadikan Aceh mandiri dari ketergantungan minyak dan gas alam yang saat ini produktivitasnya terus menurun.

“Pokoknya kita upayakan agar propinsi Aceh tidak lagi tergantung migas, Aceh harus mandiri dengan kekayaan alam yang ada terutama dari hasil pertanian dan perkebunan,” kata Asrin kepada MedanBisnis, Sabtu (25/08).

Selain itu, Aceh juga banyak menghasilkan sayur-sayuran dan buah-buahan, seperti bawang merah, cabe, kubis, kentang, kacang panjang, tomat, ketimun, pisang, mangga, rambutan, nangka, durian, jambu biji, pepaya, dan melinjo.

“Aceh memang sudah dimasukkan sebagai lumbung pangan nasional dan pemerintah Aceh sudah siap. Tinggal saja keseriusan pemerintah Pusat dalam mendukung ini,” jelasnya.

Guna mewujudkan Propinsi Aceh menjadi sebagai lumbung beras nasional, Pemerintah Aceh sudah memasukkan sektor pertanian dalam master plan pembangunan ekonomi Aceh. Selain pertanian, perikanan, perkebunan, kelautan dan perikanan juga sudah dimasukkan dalam program andalan pembangunan Aceh di masa mendatang.

Menurut Asrin, Aceh saat ini memiliki 700.000 hektare lahan persawahan, namun hanya 380.000 hektareyang produktif selebihnya terbengkalai akibat belum adanya irigasi yang mengairi.

“Jadi dari 380.000 hektare luas area persawahaan itu, baru 40% yang terairi irigasi teknis, sehingga produktivitas pembangunan belum bisa dimaksimalkan secara menyeluruh,” tutur Asrin sambil mengatakan, dari 380. 000 hektare area persawahan yang ada sekarang, Aceh mampu menghasilkan 1,58 juta ton beras pada 2010 dan tahun 2011 meningkat mencapai 1,7 juta ton. (Medan Bisnis)

KOMENTAR