Banda Aceh — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh akan menggelar Festival Geulayang Tunang sebagai agenda tahunan untuk menarik minat kunjungan wisata ke daerah itu.

“Ratusan peserta ikut meramaikan atraksi Geulayang Tunang atau adu layang-layang yang merupakan salah satu kegiatan budaya menarik untuk disaksikan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh Reza Pahlevi di Banda Aceh, Selasa (5/6).

Dia menyebutkan, festival itu berlangsung di lapangan Gampong Pango, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh pada 9 Juni 2012. Tradisi Geulayang Tunang sejak ratusan tahun digelar masyarakat setelah masa panen padi. Pada masa lalu, atraksi “Geulayang Tunang” berlangsung di areal sawah yang masih bisa disaksikan sisa potongan tanaman padi.

“Festival adu layang-layang tradisional itu hingga kini masih diminati tidak hanya kalangan muda tapi orang tua di Aceh, sehingga kami menjadikan kegiatan budaya tersebut sebagai salah satu event menarik arus kunjungan wisatawan,” kata Reza.

Ia mengatakan, peserta Festival Geulayang Tunang 2012 memperebutkan hadiah yang telah disiapkan panitia. Layang-layang yang ditampilkan pada festival itu khas Aceh dengan rangka terbuat dari bambu tua, sedangkan kertas dan benang dirangkai menyerupai badan pesawat terbang atau burung.

“Layang-layang yang dibawakan masing-masing peserta itu kemudian dipertandingkan di lapangan. Pada saat festival, kita bisa menyaksikan langit Kota Banda Aceh itu dipenuhi warna-warni dari layang-layang tersebut,” katanya.

Layang-layang yang ditampilkan dalam Festival Geulayang Tunang tersebut memiliki warna dominan yakni kuning, merah, dan hijau yang mengambarkan sosok patriotik masyarakat di provinsi ujung paling barat Indonesia itu. (ant)

KOMENTAR