Singkil — Banjir yang melanda Aceh Singkil semakin meluas. Hampir seluruh wilayah kecamatan di kawasan daerah aliran sungai besar, Senin (5/11), terendaman banjir.

Kawasan terparah terkena banjir tahunan ini adalah Kecamatan Singkil, di mana 16 desanya hampir seluruhnya berada di kawasan pesisir dan daerah aliran sungai.

Sedangkan, kampung yang terparah terkena banjir adalah Kampung Ujung Bawang yang berada di pinggir ruas jalan provinsi, sekitar 6 km sebelum Kantor Bupati Aceh Singkil dan tetangganya Kampung Peya Bumbung.

Di dua kampung ini tidak ada satu rumah pun yang luput dari rendaman banjir yang kedalamannya mencapai dua meter lebih, sehingga rumah panggung warga terendam hingga lutut orang dewasa.

Di ruas jalan provinsi di Ujung Bawang terjadi antrian panjang mobil berbadan kecil, karena tidak bisa melewati genangan banjir hampir mencapai 1,5 meter lebih. Ruas jalan yang terendam mencapai panjang 100 meter, itu hanya bisa dilalui kendaraan besar.

Buat Rakit

Warga setempat terlihat memanfaatkan banjir untuk mencari penghasilan dengan membuat rakit dari perahu yang disatukan dengan papan untuk menaikkan sepeda motor melewati banjir. Satu unit sepeda motor dan orang masing-masing dikenakan Rp10 ribu untuk sekali menyeberangkan.

Genangan banjir juga semakin tinggi di Kampung Teluk Rumbia, Ranto Gedang dan Simboling yang memang berada di kawasan DAS Singkil. Begitu juga Kampung Pasar Singkil, Kampung Ujung, Siti Ambia, Sukamakmur dan beberapa desa lainnya.

Camat Singkil, Kaharuddin, SH kepada Analisa menyatakan, hampir seluruh 16 desa di wilayahnya terendam banjir.

Menurut camat, sejauh ini tidak ada korban jiwa, namun tanaman pertanian masyarakat, hewan ternak dan kolam ikan banyak yang rusak. Pihaknya juga belum memperoleh informasi adanya warganya yang di evakuasi dari lokasi banjir.

Dia mengharapkan warga agar siaga dalam menghadapi banjir yang diperkirakan masih terus naik, karena curah hujan masih tinggi di hulu sungai Singkil dan ratusan anak sungai baik dari Sumataera Utara maupun Aceh Tenggara. (analisadaily.com)

KOMENTAR