Banda Aceh — Pemerintah Provinsi Aceh menargetkan total investasi dalam lima tahun ke depan sebesar Rp42 triliun. Target ini dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh 2013-2017 yang akan dimulai awal tahun 2013.

Kepala Badan Investasi dan Promosi (Bainprom) Aceh, Ir Iskandar mengungkapkan, target Rp42 triliun ini adalah angka yang besar. Untuk mencapainya banyak hal yang harus akan dilakukan Pemprov Aceh melalui Bainprom.

Menurut Iskandar, angka tersebut direncanakan bersumber dari penanaman modal dalam negeri dan penanam modal asing. Langkah awal akan dimulai tahun 2013, pada tahun ini jumlah perusahaan yang ditargetkan dalam negeri 52 dengan investasi Rp1,85 triliun, perusahaan asing 17 dengan investasi Rp4,5 triliun.

Iskandar merincikan, pada tahun 2014 target investasi dari perusahaan dalam negeri sebesar Rp2,1 triliun dari 60 perusahaan. Sementara perusahaan asing sebanyak 20 dengan nilai investasi Rp5,1 triliun.

Pada 2015, target investasi dari dalam negeri 69 perusahaan dengan nilai investasi Rp2,5 triliun, sementara dari penanam modal asing targetnya 22 perusahaan dengan nilai investasi Rp5,9 triliun. Untuk tahun 2016 naik menjadi 79 perusahaan dalam negeri dengan investasi Rp2,8 triliun dan asing 26 perusahaan dengan nilai investasi Rp6,8 triliun.

“Dalam tahun 2017 targetnya kita semakin tinggi, yakni 91 perusahaan dalam negeri dengan nilai investasi Rp3,23 triliun dan perusahaan asing 30 dengan nilai investasi 7,87 triliun,” ungkap Iskandar.

Investasi di Aceh selama ini masih kalah jauh dibandingkan dengan pulau Jawa. Bahkan Sumatera hanya mendapat sekitar 15 persen sedangkan Pulau Jawa 80 persen dari total investasi yang masuk ke Indonesia. Padahal Aceh punya banyak sektor yang layak untuk diinvestasi, baik industri manufaktur, industri agrobisnis maupun sektor pariwisata.

Tidak Mau Gagal

Menurut mantan Ketua Bappeda Aceh ini, pihaknya tidak mau kegagalan investasi tahun 2010-2012. Dimana, dalam rentang dua tahun itu, diatergetkan ada investasi dari 266 perusahaan baik dalam maupun luar negeri dengan target investasi mencapai Rp27,5 trilun.

Namun, kenyataan target tersebut jauh meleset dari yang diharapkan. Di mana realisasinya hanya ada 97 perusahaan yang berinvestasi dengan realisasi sebesar Rp2,1 triliun. Tentunya, hal ini dikarenanya banyak faktor termasuk masalah keamanan.

Dikatakan, pada tahun 2012, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah menerbitkan Surat Persetujuan Pendaftaran Modal (SPPM) untuk empat perusahaan asing sebagai Penanaman Modal Asing (PMA) di Aceh.

Keempat perusahan tersebut adalah PT Energi Alam Raya Semeseta dari Negara Bagian Victoria, PT Velcan Ilthabi Hydropower (Uni Emirat Arab), PT Sarkea Prima Mineral (Singapura) dan PT Senagan Energi (Singapura).

“Daerah yang dijadikan lokasi pelaksanaan investasi antara lain Aceh Barat dan Bener Meriah,” ujar Iskandar sembari menambahkan, data tersebut berdasarkan salinan data yang dikirimkan kepada Bainprom dari Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat. (analisadaily.com)

KOMENTAR