Bandung, Seputar Aceh – Peringatan lima tahun tsunami oleh masyarakat Aceh di Bandung diwarnai dengan pagelaran malam budaya Aceh dan Sunda. Bertempat di Kota Bandung , acara itu digelar oleh masyarakat Aceh di Bandung dan Mahasiswa Sunda (Damas), malam Minggu (26/12).

“Acara yang bertempat di Taman Budaya Dago Tea House sebagai bentuk refleksi dari musibah besar yang telah merenggut ratusan ribu nyawa dan mempererat silaturrahmi masyarakat Aceh dan Sunda,” kata Geusyik Keluarga Masyarakat Aceh Bandung (Kamaba) Sayed Aziz.

Acara yang dihadiri ribuan masyarakat Aceh dan Bandung itu dibuka oleh Kepala Biro Keistimewaan Aceh, Saifuddin Harun, sebagai perwakilan Pemerintah Aceh dan Kelapa Dinas Budaya dan Pariwisata Jawa Barat, Iin Hendrawan.

Acara yang bertema Senyum Rakyat Aceh untuk Bangkit Kembali (Serambi) menampilkan sejumlah kesenian antara lain, ratoh duek, ranup lampuan, saman, rapai geleng, theatrical performance, music etnis sunda, likok pulo, rampak geundang dan theatrical tsunami

Selain diisi oleh sanggar tarian Aceh yang ada di Kota Bandung dan grup dari Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung, acara ini juga mengundang grup kesenian lainnya seperti Sanggar Seni Seulawet IAIN Ar-Raniry Kota Banda Aceh dan Group Hikayat Putri dari Yogyakarta.

Kepala biro Keistimewaan Aceh, Saifuddin Harun dalam sambutannya mengatakan, antara Aceh dan sunda secara emosional sudah terjalin kedekatan jauh sebelum tsunami, salah satunya Cut Nyak Dien yang kini makamnya berada di Sumedang, Jawa Barat.

“Pada saat tsunami masyatakat Jawa Barat telah sangat banyak membantu masyarakat Aceh, demikian juga Aceh memberikan bantuan pada gempa Jawa barat yang diantar langsung Gubernur Aceh Irwandi Yusuf,” kata Saifuddin.

Sementara itu, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Jawa Barat mengatakan, “seni dan budaya sesuatu yang harus dilestarikan dan menjadi perekat persaudaraan antara kita serta menjadi kebanggan kita bersama,” kata dia. [sa-acn]