Sigli, Seputar Aceh – Sepasukan TNI dari satuan pemukul Raider Batalyon Infanteri (Yonif) 113 Jaya Sakti berhasil membebaskan anggota dewan yang disekap teroris di kantor mereka, di Sigli, Kamis (3/12). Tidak ada sandera yang terluka ketika para teroris berhasil dilumpuhkan.

Demikian hasil simulasi pembebasan sandera yang diperagakan tim kontrateroris Yonif 113 di Gedung DPRK Pidie. Simulasi itu berlangsung sukses.

Komandan Yonif 113, Letnan Kolonel Trenggono, usai simulasi itu mengatakan latihan dilakukan sebagai bagian upaya mengantisipasi aksi teroris. Simulasi itu melibatkan 60 personil TNI dan beberapa fasilitas mobil untuk evakuasi.

“Simulasi ini untuk mengantisipasi jika suatu saat teroris masuk ke Aceh dan Indonesia umumnya. TNI dan Polri berkewajiban melindungi rakyatnya dari serangan teroris,” kata Trengggono.

Simulasi seperti ini baru pertama kali dilakukan di Kabupaten Pidie, setelah beberapa waktu lalu pasukan antiteror dari satuan lain melakukannya di Kota Banda Aceh.

“Simulasi ini perlu dilakukan untuk melindungi negara. Namun, jika tanpa dukungan dari masyarakat, upaya tersebut sia-sia dan akan merugikan negara saja. Kita berharap dari simulasi ini lahir prajurit-prajurit yang tangguh dan mampu melindungi negara,” ujarnya.

Trenggono meminta semua pihak mendukung kegiatan tersebut. Terutama, prajurit TNI. “Kita optimis untuk saat ini teroris tidak berani masuk ke Aceh,” tegasnya. [sa-amr]

KOMENTAR