Lampung Timur – Sebagian besar kesehatan gajah di Way Kambas, Lampung Timur terganggu karena perkembangbiakan cacing di dalam tubuh hewan besar itu.

“Pernah ada survei kesehatan pada gajah, ternyata gajah di sini banyak terserang penyakit cacing, sudah ada satu gajah anakan mati pada 2011 akibat penyakit tersebut,” kata Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Awen Prananta, di Way Kambas, Selasa.

Cacing tersebut, menurutnya berasal dari makanan yang dikonsumsi gajah dari alam bebas.

“Makanya dengan adanya rumah sakit gajah yang ditempatkan di Pusat Konservasi Gajah (PKG), diharapkan mampu menekan angka penyakit gajah akibat cacing itu,” ujarnya.

Dengan adanya prilaku baik terhadap hewan itu, pihaknya optimis kecemasan dunia terhadap gajah dalam kurun waktu 15 tahun ke depan, bisa teratasi dengan baik.

Sementara Direktur Taman Safari Indonesia Tony Sumampaw selaku pelaksana pembangunan rumah sakit itu, menargetkan pembangunan pusat kesehatan hewan dilindungi tersebut akan selesai dua tahun mendatang.

“Namun, kami menyesalkan sampai saat ini, pemerintah setempat belum menyiapkan fasilitas listrik. Padahal listrik salah satu infrastruktur pendukung pembangunan rumah sakit itu,” katanya.

Dia menjelaskan, rumah sakit hewan dilindungi itu dibangun di atas lahan seluas 600 meter persegi. Terdiri atas tiga lantai dan empat ruang utama.

“Lantai pertama pusat pemeriksaan hewan, kemudian lantai dua direncanakan akan dijadikan laboratorium dan lantai tiga ruang dokter,” kata dia.

Sepenuhnya, pembangunan rumah rumah sakit itu didukung dari donatur luar negeri khususnya Australia. Namun, ia tidak menyebutkan total nominal bantuan tersebut.(ant)

KOMENTAR