Penyakit kusta adalah penyakit menular yang sulit menular. Penyakit ini bisa ditularkan melalui hubungan yang lama dan erat. Namun, dapat disembuhkan dengan antibiotika yang mematikan dan menghentikan penyebarannya.

Kementerian Kesehatan meminta semua pihak dan lintas sektor bersama organisasi profesi kesehatan, LSM, serta lapisan masyarakat bekerja keras untuk mengatasi penyebaran penyakit kusta.

“Pemerintah meminta kepada masyarakat untuk mengenali penyakit tersebut dan berobat sedini mungkin. Tanda awal penyakit kusta memang tidak seperti penyakit lainnya yang memiliki gejala khas. Penyakit kusta hanya ditandai dengan bercak putih yang seringkali dianggap sepele oleh penderitanya,” ujar Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih yang diwakili oleh Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Chandra Yoga Aditama, saat penandatangan “Piagam Seruan Nasional Mengatasi Kusta 2012″ di Jakarta.

Menurutnya, selama ini segala upaya pemerintah dikerjakan melalui penelitian-penelitian serta pembinaan kader kesehatan masyarakat. Pasalnya, untuk menentukan gejala penyakit kusta bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan. Apalagi, penderita kusta di Indonesia kurang dari 120 ribu orang dan Indonesia ada di peringkat ketiga dunia sebagai penyumbang kasus penyakit yang bisa membuat cacat penderitanya itu.

“Perlu keterlibatan dan peran serta orang yang pernah mengalami kusta atau meningkatkan kapasitas mereka agar mampu terlibat dalam program mengatasi kusta,” kata dr Priyo Sidipratomo, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Menurutnya, ada banyak mitos dan pandangan yang salah tentang penyakit kusta. Sebagai anggota organisasi profesi kesehatan, IDI ikut bertanggungjawab meluruskan mitos itu.

Organisasi profesi kesehatan yang turut menandatangani diantaranya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Kelamin Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Indonesia, Perawat Nasional Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia, Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, Asosiasi Rumah Sakit Vertkal Indonesia, Asosiasi Rumah Sakit Daerah, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia dan Badan Kesehatan dunia World Health Organisation (WHO). (hidayat/lensaindonesia)

KOMENTAR