Karnaval Trapis (Foto kelilinglampung.wordpress.com)

Karnaval Trapis (Foto kelilinglampung.wordpress.com)Bandar Lampung — Marak karnaval budaya sampai juga ke Swarna Dwipa. Di Sumatera, satu-satunya karnaval yang mencuri perhatian adalah Karnaval Tapis di Bandar Lampung. Karnaval ini memang bertujuan mengangkat tapis, kain khas asal Lampung ke panggung nasional maupun internasional.

Pada 2012, Karnaval Tapis digelar untuk kedua kalinya. Perhelatan kedua ini dibarengkan dengan Festival Krakatau yang mencoba mengenalkan wisata alam Gunung Anak Krakatau. Gagasan awal Karnaval Tapis adalah mengenalkan budaya Lampung terutama kain tapisnya. Tetapi demi menambah semarak suasana, turut diundang peserta karnaval dari Jember dan Salatiga.

Karnaval Tapis pada Sabtu (6/10) pekan lalu berlangsung meriah. Setiap kabupaten di Lampung menghadirkan karya-karya terbaiknya. Bahkan, ada pula kabupaten yang menghadirkan peserta dari mancanegara. Semakin menambah semarak suasana adalah keberadaan kereta pusaka Lampung dan gajah-gajah dari Taman Nasional Way Kambas.

Para pengunjung tidak hanya warga Bandar Lampung saja. Banyak yang datang dari Jakarta serta kota-kota besar di Sumatera seperti Palembang, Bengkulu dan Padang. “Saya tidak bisa melewatkan event ini karena memang satu-satunya di Sumatera,” kata Chandra, warga Palembang yang khusus datang ke Lampung.

Peragaan busana kain tapis ikut ditampilkan dengan menghadirkan sekitar 20 muli (gadis) cantik asal Lampung. Mereka berlenggak-lenggok dengan gemulai di depan duta besar dari 22 negara.

Dalam karnaval ini, pengunjung dapat menyaksikan penampilan budaya baik busana, musik, hingga topeng ciri khas budaya Lampung. Mereka diarak sepanjang sekitar tiga kilometer di jalan yang menjadi pusat kota Lampung. “Karnaval satu-satunya di Sumatera ini diharapkan membuat budaya Lampung makin dikenal,” kata Gubernur Lampung Sjachroeddin ZP.

Sejatinya, Karnaval Tapis ini hanyalah awal untuk lebih mengenalkan Lampung sebagai destinasi wisata yang komplit. Di Lampung, terdapat sejumlah tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi para wisatawan. Misalnya saja wisata surfing di Pantai Tanjungsetia, Kabupaten Lampung Barat, wisata lumba-lumba di Teluk Kiluan, Kabupaten Tanggamus, tempat penangkaran dan objek wisata atraksi gajah jinak Sumatera di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur, serta Gunung Anak Krakatau.

Pergelaran ini juga menunjukkan kepercayaan diri Lampung sebagai tujuan wisata yang relatif mudah dijangkau dari Jakarta. Dengan pesawat udara, Lampung bisa dijangkau dalam 25 menit. Sementara lewat jalan darat bisa dicapai dengan waktu delapan jam, tiga jam di antaranya di kapal ferry. Waktu tempuh pastinya akan makin pendek jika nanti Jembatan Selat Sunda terwujud. (merdeka.com)

KOMENTAR