Logo Komunitas Tikar PandanLIGA Kebudayaan Komunitas Tikar Pandan akan melaksanakan kuliah umum berseri, yang mengambil tajuk “Imran T. Abdullah Lecture Series” pada hari Jumat (17/5) mendatang yang terbuka untuk umum.

Direktur Komunitas Tikar Pandan, Azhari dalam rilisnya, Rabu (15/5), mengatakan bahwa program ini adalah transformasi dari Diskusi Sabtu Sore yang sejak sepuluh tahun lalu telah digagas dan dilaksanakan oleh Komunitas Tikar Pandan.

“Pada tahun 2013 ini, kita memakai nama salah satu profesor sastra Aceh, Prof. Dr. Imran T. Abdullah, untuk nama seri kuliah umum sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas kerja dan karya beliau dalam memajukan dan meneliti sejarah Aceh, terutama dalam kajian naskah (filologi),” tambah Azhari.

Lebih lanjut, Azhari mengatakan bahwa saat ini Komunitas Tikar Pandan juga membuka pustaka publik dan baru saja mendapatkan tambahan ribuan koleksi yang merupakan hibah dari keluarga Prof. Imran di Yogyakarta.

Kuliah umum ini bertujuan untuk mengkaji dan membahas perihal sejarah dan budaya Aceh, serta lebih memperkenalkannya kepada khalayak umum.

“KTP sudah menyiapkan tema dan nama pensyarah hingga akhir tahun ini, dan kita juga merencanakan akan mengundang pembicara tamu dari luar Aceh yang ahli sejarah dan budaya Aceh,” kata Azhari.

Untuk kuliah umum pada seri perdana ini, temanya adalah “Hikayat”. Peserta kuliah umum akan mendapatkan wawasan tentang hikayat, mulai dari sejarah hingga cara membaca dan memahaminya.

Pensyarah untuk sesi perdana ini adalah Agus Nur Amal atau lebih dikenal dengan nama panggung Agus PMTOH. Agus selama ini dikenal di lingkup Aceh, nasional, bahkan internasional sebagai tukang cerita (troubador) atau penghikayat, aktor teater, serta peneliti hikayat dan folklor Aceh.

Salah satu pengelola kuliah umum ini, Rizki, mengatakan bahwa tema hikayat diambil untuk kelas perdana karena sosok Prof. Imran yang meninggal pada Agustus 2012 lalu adalah salah satu peneliti hikayat. “Sebelum sakit parah yang menyebabkan gerak beliau terbatas, Prof. Imran masih mengkaji dan membaca manuskrip hikayat, bahkan mentransliterasinya,” tambah Rizki.

“Kita ingin generasi muda Aceh dan masyarakat Aceh umumnya lebih mengenal sejarah dan budayanya secara ilmiah dan otentik, bukan seperti sejarah tidak ilmiah yang mengatakan Aceh adalah sebuah akronim dari beberapa nama bangsa sebagaimana sering dilafalkan dan dihafal oleh generasi muda Aceh sekarang”, terang Rizki.

Kuliah umum ini akan dilaksanakan di Kantor Komunitas Tikar Pandan, Jl. Lamrabo, No. 4, Lamteumen Timur, Setui (Belakang Terminal Lama) pada pukul 16:10 WIB. Peserta diharapkan dapat mendaftar dirinya via email ke [email protected] atau via Kiki di nomor HP +628116804252. “Pesertanya terbuka untuk berbagai elemen masyarakat,” jelas Rizki.[]

KOMENTAR