Simeuleu — Pemerintah Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, tidak akan lagi membolehkan menanam kelapa sawit. Daerah kepulauan itu akan beralih kedepan akan merintahkan masyarakat petani beralih menanam tanaman kakao sebagai komoditas unggulan.

Kepulauan Simeulue termasuk kawasan terpencil di Aceh yang memiliki 41 gugusan pulau kecil. Lokasinya berjarak sekitar 105 mil sebelah selatan daratan Aceh. Kesediaan pangan di wilayah itu kini sangat rentan karena tergantung pasokan dari Aceh daratan.

Program tanam kakao tersebut dilakukan untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan dalam rangka ketahanan pangan warga kawasan kepulauan terpencil yang berbatasan denganperairan India dan Australia itu.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Aceh yang juga Ketua Forum Kakao Aceh, Hasanuddin Darjo, Sabtu (5/1), sebagaimana hasil pembicaraannya dengan Bupati Simeulue, Riswan NS.

Dikatakan, Pemkab Simeulue beralih ke kakao karena tanaman rempah tersebut diyakini ramah lingkungan serta tidak berefek kekeringan. Sebagaimana di daerah lainnya di Aceh, misalnya Kabupaten Aceh Tenggara dan Pidie, tanaman kakao rakyat mampu mendongkrak pendapatan masyarakat lokal dan mengurangi jumlah pengangguran.

“Kami menyambut baik program pertanian Simeulue beralih ke kakao. Sebagai motivasi saya akan bantu 10.000 bibit kakao kepada penyuluh di Simeulue yang berperan aktif mengampanyekan program ini,” kata Hasanuddin.

Terkait progam tersebut, Bupati Simeulue mengatakan pada tahun 2014 mendatang pihaknya akan membantu bibit kakao untuk 18.000 keluarga. Setiap keluarga akan diberikan 50 batang bibit unggul. Dananya akan diambil dari sumber dana otonomi khusus. (metrotvnews.com)

KOMENTAR