Jakarta — Media sosial seperti Twitter dan Facebook sudah jelas bisa mempermudah komunikasi. Selain itu, media sosial juga bisa mempengaruhi perubahan produk yang dikeluarkan sebuah perusahaan melalui berbagai kicauan penggunanya.

Director Entreprise & Partners Group Microsoft Indonesia, Sugianto Rahardja mengatakan bahwa berbagai pembicaraan pengguna media sosial tersebut menyebar dari mulut ke mulut dan menjadi umpan balik bagi sebuah produk.

“Media sosial itu kan sebuah tren. Melalui media sosial, pengguna berbicara dari mulut ke mulut. Misalnya pembicaraan mengenai produk bagus atau buruk, akan menjadi umpan balik ke produk kita, sehingga kita bisa membuat sesuai lifestyle pengguna,” ujarnya di sela-sela Indonesia Financial Service Summit 2012, di Jakarta, Selasa (20/11).

Pengaruh tersebut diprediksi akan menjadi tren ke depannya. Bahkan, komentar-komentar yang beredar di media sosial bisa saja membuat sebuah produk bagus menjadi jelek.

“Itu mungkin yang akan terjadi. Yang bagus bisa jadi jelek, dan yang jelek bisa jadi bagus. 95 persen bilang bagus, tapi kalau 1 persen bilang jelek bisa langsung berubah karena orang berkomunikasi langsung via Twitter atau Facebook,” imbuhnya.

Agar bisa menghindari dampak buruk atau sebagai antisipasi, perusahaan bisa saja memanfaatkan data pembicaraan di media sosial. Caranya dengan menyusun data analisa dari pembicaraan dan komentar pengguna.

Kumpulan data dari pembicaraan tersebut merupakan jenis data tidak struktural yang mencatat soal gaya hidup, misalnya kesenangan untuk memakan masakan tertentu di hari tertentu.

“Kita harus capture data sosial media itu, capture itu bisa otomatis atau manual itu terserah kita,” ujar Sugianto.

“Dari Microsoft SQL server 2012 ini sudah ada kemampuan untuk itu, jadi data struktural (laporan keuangan) dan tidak struktural bisa dikumpulkan,” imbuhnya. (okezone.com)

KOMENTAR