Sigli, Seputar Aceh – Musyawarah Cabang (Muscab) Palang Merah Indonesi (PMI) Pidie yang digelar di aula Badan Keluarga Sejahtera, Sabtu (12/12), menuai protes. Sejumlah relawan PMI menilai Muscab yang digelar hanya sebelah pihak dan tertutup.

T. Safrizal salah seorang anggota PMI Cabang Sigli, mengatakan tata tertib (Tatib), Muscab melanggar ADRT. Sebab para peninjau hanya dua orang dilibatkan dari pengurus.

“Seharusnya ada perwakilan yang ditunjukkan seperti dari Palang Merah Remaja (PMR), kemudian dari Tenaga Suka Rela (TSK) dan dari Korp Sukarelawan (SKR),” kata Safrizal.

Kata dia, para kandidat calon ketua juga tidak dikirim undangan untuk menhadiri Muscab, padahal wajib diundang. Tiga kandidat yang maju adalah Zakaria, Hasanusi A.Wahab dan Marzuki.

“Menurut saya ini ada upaya dari pengurus lama untuk memenangkan ketua lama,” kata Safrizal.

Zakaria, salah seorang calon ketua PMI Cabang Sigli  juga mengaku kecewa atas sikap panitia Muscab tertutup. “Saya heran selaku kandidat kok nggak dikasih undangan. Kan aneh,” keluhnya.

Pantauan Seputar Aceh, sidang yang digelar tertutup itu hampir saja ricuh. Sebab para relawan yang tidak setuju dengan sikap panitia mencoba menerobos saat sidang diskor ketika shalat zuhur. Bahkan relawan dengan panitia hampir adu jotos.

Panitia Muscab yang dikonfirmasi Seputar Aceh sampai saat ini belum mau memberi keterangan.  [sa-amr]

KOMENTAR