Bandung — Pemerintah menargetkan pencapaian kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2012 sebanyak delapan juta orang, sehingga dapat menyumbangkan devisa sebesar US$9 miliar.

Demikian diaktakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat meresmikan kawasan wisata terpadu di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (30/6). Untuk mencapai target tersebut pemerintah akan mengembangkan wisata bertujuan khusus seperti wisata belanja, wisata berbasis alam, dan juga wisata berbasis pameran dan konvensi.

“Pariwisata memegang peranan penting dalam sektor ekonomi di tengah situasi perekonomian global yang belum menentu. Sumbangan pariwisata sebesar empat persen pada PDB dan sembilan persen pada PDB jika dihitung dampak multi player. Rasio satu dari 12 pekerjaan diciptakan secara langsung atau tidak langsung oleh sektor pariwisata,” kata Presiden.

Wisatawan nusantara juga memberikan kontribusi yang tidak sedikit terhadap perekonomian nasional. “Wisatawan Nusantara ditargetkan 245 juta perjalanan dengan pengeluaran mencapai Rp172 triliun. Dampak tidak langsung dari wisatawan yang berkunjung adalah banyak aktivitas di luar bisnis hotel dan restoran. Industri kreatif, fashion, desain, dan seni pertunjukkan akan terus berkembang,” kata Presiden.

Presiden dalam kesempatan itu juga meminta kalangan usaha untuk turut serta mendorong usaha kecil dan menengah serta koperasi untuk mendapat kesempatan mengembangkan usaha mereka di gerai-gerai yang dimiliki pengusaha besar. Selain itu, Presiden juga mengharapkan agar fasilitas sarana hiburan yang ada tidak hanya dinikmati oleh masyarakat menengah ke atas, namun juga dapat dinikmati oleh seluruh golongan masyarakat. (Suara Merdeka)

KOMENTAR