Logo Visit Aceh 2013

Banda Aceh – Pemerintah kota Banda Aceh yang selama ini gencar mempromosikan Visit Banda Aceh ternyata telah mengambil ancang-ancang untuk siap mensukseskan agenda tahun kunjungan wisata Aceh (Visit Aceh Year) yang dicanangkan pada tahun 2013 mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh, Reza Pahlevi beberapa waktu sempat memberikan pernyataan bahwa Banda Aceh sebagai pintu masuk Aceh sudah sepenuhnya mendukung program tersebut.

“Sebagai ‘pintu gerbang’ ke Aceh, kami mendukung sepenuhnya program itu dan siap mensukseskannya,” katanya.

Reza juga menambahkan, selain itu Kota Banda Aceh juga merupakan pintu gerbang bagi wisatawan yang menggunakan transportasi udara sebelum mengunjungi kabupaten dan kota sebagai tujuan pelancongan.

“Kesiapan kami sebagai ‘pintu gerbang’ masuknya wisatawan ke Aceh itu antara lain dengan meningkatkan kelengkapan berbagai fasilitas penunjang, misalnya hotel dan tempat penginapan sampai dengan dukungan transportasi,” tambah Reza.

Selain itu, Reza juga menyebutkan bahwa pihaknya terus berupaya mempromosikan berbagai potensi pariwisata yang dimiliki kota berpenduduk sekitar 230.000 jiwa ini.

“Dari infrastruktur kota sudah mendukung sebagai daerah tujuan wisata. Selain juga berbagai objek wisata yang kami tawarkan beraneka ragam dan menarik untuk dikunjungi,” ungkapnya.

Wisatawan dapat menyaksikan sejumlah objek wisata menarik di Kota Banda Aceh dan diyakini tidak dimiliki daerah lain seperti kapal PLTD Apung di Pungee Blang Cut, perahu di atas rumah di Lampulo dan masih banyak tempat wisata lainnya yang menarik untuk dikunjungi.

Selain itu, Kota Banda Aceh juga cukup terkenal dengan wisata kuliner dan warung-warung kopi yang menyajikan aroma khas minuman tersebut yang dipastikan berbeda dengan kopi daerah lain.

Misalnya saja wisata spritual dan peninggalan sejarah lainnya seperti Masjid Raya Baiturrahman, komplek pendopo kerajaan Aceh masa silam serta panorama keindahan pantai Ulee Lheue terutama menjelang senja hari merupakan objek yang juga tidak kalah menariknya untuk disaksikan di Kota Banda Aceh.

Dalam waktu dekat, Reza menyebutkan salah satu agenda wisata budaya dan permainan rakyat yang menarik juga dapat disaksikan di Kota Banda Aceh yakni festival “geulayang tunang” yang merupakan layang-layang tradisional masyarakat Aceh.

Festival tersebut akan digelar di lapangan terbuka atau areal persawahan pada 1 Juli 2012 dan dipastikan diikuti ratusan peserta dari Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. (ant)

KOMENTAR