Padang Tiji – Para petani Kemukiman Peudaya, Padang Tiji, Pidie menuding pengerjaan proyek jalan Padang Tiji-Delima merugikan petani setempat. Pasalnya, saluran sepanjang 1 kilo meter yang mengairi persawahan Blang Bawang, sudah tertimbun material jalan, sehingga petani tidak mendapatkan air lagi.

Hal itu disampaikan Keujruen Chik Padang Tiji, Muslem, ketika pertemuan dengan petani setempat, kemarin. Muslem mengaku, sudah pernah melaporkan hal itu kepada pengendali proyek jalan. Tetapi meski sudah dijanjikan akan digali ulang, namun hingga kini tidak pernah nyata.

“Lihat saja pak, kondisi tanaman padi kami tahun ini mengalami kekurangan air akibat ulah pekerja jalan,” ujar Muslem sembari menunjukkan tanaman padi yang terancam gagal panen, akibat saluran tidak bisa berfungsi lagi.

Hal senada juga diungkapkan Abdullah, salah seorang petani lainnya yang mengaku saat ini sangat kewalahan mengairi persawahan mereka, padahal petani setempat sudah memiliki dua unit mesin pompa air bantuan dari Dinas Pertanian Aceh. Tetapi mesin itu tidak bisa dioperasikan karena saluran sudah tertimbun. “Saluran itu sudah ada lending beton, tapi sia-sia saja, karena kembali tertimbun,” ujar Abdullah.

Kondisi saluran memang sudah tertimbun tanah dan material proyek jalan. Dari 1 kilometer saluran sudah siap, sekitar 200 meter sudah hilang tanpa bekas saluran. Memang menurut warga sudah pernah dilakukan gotong-royong, tetapi tidak mampu membersihkan saluran yang telah padat tertimbun.

Sementara Kabid Mina Marga, Dinas Cipta Karya dan Bina Marga, Pidie, M. Nazar, ST, MT ketika dikonfirmasi, kemarin, mengaku belum mengetahui hal itu. Tetapi dia berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut. “Kita akan telusuri dan meminta kepada kontraktor untuk memenuhi janjinya dengan masyarakat,”  terangnya melalui Hp-nya, kemarin.(*/ha/ari)

KOMENTAR