Jakarta – Orangtua perlu berhati-hati dengan tontonan media televisi saat ini. Meski bersifat menghibur, ada beberapa program yang mengarah pada tindak kekerasan.

“Fenomena yang hangat saat ini, bullying (salah satu bentuk kekerasan, -red.). Kalau melihat dari media, ada beberapa reality show, yang terkandang dalam menyajikan acara yang menunjukkan sikap-sikap menyepelekan, menghina, bahkan menyakiti secara fisik, tetapi niatannya bercanda,” ujar Gloria Siagian, Conselor Anak, dari Binus Internasional School, di Serpong, Senin (28/5).

Wanita yang akrab disapa Anggi ini menjelaskan, program sejenisnya juga sangat banyak, dimana mereka menunjukkan bahwa memperolok orang lain menjadi hal yang lucu.

“Ketika anak-anak nonton, dan itu affect bagi mereka. Sehingga ketika melihat temannya seperti itu, dia mengolok-olok. Kalau anaknya biasa aja tidak masalah, tetapi terkandang ada anak yang sanga sensitif, sehingga menimbulkan persepsi berbeda,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bagi sang anak, tayangan di tv dengan keadaan seperti itu sangat menghibur, bahkan orang tuanya pun tertawa-tawa. Ketika ia melakukan itu dengan temannya, niatannya sebenarnya hanya bercanda , tetapi anaknya yang jadi korban merasa tersakiti.

Anggi menjelaskan, cara penanganannya yaitu dengan kedua pihak. Jadi agar si anak tidak perlu melakukan hal itu lagi, juga supaya si korban menunjukkan kalau dia merasa tidak nyaman

“Jadi bukan hanya diam saja, tetapi juga menunjukkan bahwa saya tidak mau dan tidak suka,” ujarnya.

Namun, Anggi juga mengimbau agar orang tua terus melakukan filter terhadap tayangan anak-anaknya. Jadi, tidak hanya sekedar menghibur, tetapi tayangan yang bersifat edukasi dan informasi. (gatra)

KOMENTAR