Kutacane – Berdasarkan laporan tertulis hasil kelulusan Ujian Nasional (UN) jenjang SMA/SMK dan MA Negeri dan Swasta tahun pelajaran 2011/2012 dari Sekretariat pelaksanaan UN 2012 Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, pada Sabtu (26/5), bahwa Kabupaten Aceh Tenggara menempati rangking atau posisi teratas dalam tingkat kelulusan Ujian Nasional jenjang SMA/SMK dan MA di 23 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Aceh.

Semantara itu persentase kelulusan Ujian Nasional jenjang SMA dan MA baik Negeri maupun Swasta di Kabupaten Aceh Tenggara pada tahun ajaran 2011/2012 hingga mencapai 99,94%. Sedangkan persentase kelulusan UN ditingkat SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Aceh Tenggara tahun ajaran 2011/2012 hingga mencapai 100% dan seluruhnya dinyatakan lulus dari 587 pelajar yang mengikuti pelaksanaan UN.

Hal itu disampikan Plt.Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tenggara,Drs.Sahidal Kastri,M,Pd kepada Berita, Sabtu (26/5). Selain itu jumlah pengikut Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dan MA baik Negeri maupun Swasta Aceh Tenggara tahun 2011/2012 sebanyak 2.786 dan yang dinyatakan lulus UN jumlahnya sebanyak 2.784 dan yang tidak lulus sebanyak 2 orang ,1 orang siswa dari MA Negeri Kutacane dan SMA Swasta Panti Harapan 1 orang, kata Sahidal Kastri.

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada 2012, sekolah yang memperoleh hasil nilai terbaik di Aceh Tenggara yakni MA Swasta Nurul Islam dengan nila rata-rata 50,37 dan posisi kedua ditempati MA Swasta Raudhatussalihin dengan nila rata-rata 50,30 sedangkan posisi ketiga diraih SMA Perisai Kutacane, Aceh Tenggara dengan nilai rata-rata 48,96, jelas Plt.Kadis Pendidikan Agara itu.

Berdasararkan informasi dan data rekapitulasi hasil kelulusan UN jenjang SMA/SMK dan MA yang dimiliki serta perolehan persentase kelulusan Siswa SMA/SMK dan MA tahun pelajaran 2011/2012 dari Dinas Pendidikan Provinsi Aceh bahwa, Kabupaten Aceh Tenggara menempati posisi atau peringkat teratas hingga mencapai 99,94 %, dan Kabupaten Bener Meriah 99,93 % sedangkan Kabupaten Aceh Tengah mencapai 99,84 % sementara itu Kota Lhouksumawe yang hanya memperoleh 99,77 % dan disusul Kabupaten Gayo Lues dengan perolehan 99,77% serta beberapa Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Aceh.

Sementara itu Nasrulzaman,Pembina LSM Satyapila Aceh Tenggara dan juga sekaligus Pemerhati Pendidikan kepada Berita, Sabtu (26/5) Via Hp Selulernya mengatakan,bahwa prestasi hasil kelulusan Ujian Nasional (UN) jenjang SMA/SMK dan MA yang diraih Kabupaten Aceh Tenggara ini memang patut kita syukuri. Namun disatu sisi hasil UN Aceh Tenggara, berdasarkan data yang ada hingga mencapai 99,94 % itu.

Apakah diperoleh oleh seluruh siswa/i atas kemampuan dan skill yang dimiliki atau itu semua merupakan hasil pelaksanaan UN yang diduga penuh dengan aksi kecurangan dan tindakan manipulasi yang dilakukan oleh dinas terkait, pihak Sekolah dan pihak terkait lainnya, hanya untuk memperoleh prestasi dan persentase yang gemilang.

Yang tujuanya untuk meningkatkan rengking pendidikan di Aceh Tenggara. Tetepi bagaimana mutu dan kualitas pendidikan di Aceh Tenggara. Sudah tentu kita juga mengetahui mutu dan kualitas tersebut.

Dan bahkan sudah merupakan rahasia umum, bahwa pelaksanaan UN di Aceh terutama di Kabupaten Aceh Tenggara disinyalir atau diduga sering diwarnai dengan aksi kecurangan. Jika memang para siswa di Aceh Tenggara itu murni lulus, karena kemampuan dan skil yang dimiliki saat menjawab berbagai paket soal dalam pelaksanaan UN beberapa waktu lalu.

Hal itu dapat dibuktikan saat para siswa dari Aceh Tenggara nantinya akan mengikuti Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) atau UNPTN diberbagai Perguruan Tinggi (PT) diluar Daerah Aceh Tenggara, elas Nasrulzaman.

Ditempat terpisah, LSM LIRA via Sekdanya, M.Saleh Selian kepada Berita, Sabtu (26/5) mengatakan, hasil kelulusan pelaksanaan UN tingkat SMA/SMK dan MA di Aceh Tenggara yang bahkan hingga mencapai 99,94 %. Dan itu merupakan sebuah prestasi yang harus kita berikan acungan jempol serta diapresiasi.

Tetapi kita semua juga mengetahui bagaimana sistem dan teknis pelaksanaan UN selama ini di Agara. Bahkan pelaksanaan UN beberapa waktu lalu yang telah terlaksana itu, diduga syarat dengan tindakan kecurangan, dan ini kedepannya patut kita awasi dan kita pantau untuk mencerminkan dan mengimplementasikan pelaksanaan UN yang “Jujur dan Adil””, kata M.Saleh seraya berharap agar sistem, mutu dan kualitas Pendidikan di Aceh Tenggara, dapat menjadi lebih baik lagi kedepanya. (jp/aie)

KOMENTAR