Banda Aceh – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh turut memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) Tahun 2026 melalui kegiatan potong tumpeng serentak bersama Asosiasi Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat Indonesia (ARSAWAKOI), Jumat (09/10/2026).
RSJ Aceh diwakili oleh Wakil Direktur Administrasi dan Umum, Muhammad Syafii, SKM., MKM., serta Wakil Direktur Pelayanan, drg. Sarifah Yessi Hediyati, M.Kes. Keduanya mengikuti kegiatan yang dilaksanakan secara luring di Jakarta.
Sementara itu, dokter spesialis kedokteran jiwa dan pegawai RSJ Aceh mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting dari Aula Malahayati RSJ Aceh.
Peringatan HKJS yang dilaksanakan setiap tahun ini mengangkat tema “Lived Experiences Heard: Real Voices, Real Change” atau “Pengalaman Nyata Didengarkan, Suara Nyata, Perubahan Nyata.” Tema tersebut menekankan pentingnya mendengarkan pengalaman nyata orang yang hidup dengan masalah kesehatan jiwa serta memberikan ruang bagi mereka untuk menyampaikan kebutuhan dan perspektifnya.
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RSJ Aceh, dr. Teuku Muhammad Iqbal Muttaqien, M.Med.Sc., Sp.KJ., saat diwawancarai Humas RSJ Aceh menyampaikan bahwa tema HKJS tahun ini menjadi pengingat akan pentingnya mendengarkan dan memahami pengalaman orang dengan masalah kesehatan jiwa.
Menurutnya, peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dan menghapus stigma serta diskriminasi terhadap orang dengan gangguan jiwa.
“Harapan saya, HKJS bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk membangun kepedulian dengan cara menghapus stigma dan diskriminasi. Masyarakat perlu memahami bahwa gangguan jiwa bukan aib, bukan kelemahan iman, dan bukan alasan untuk mengucilkan seseorang,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa setiap orang yang mengalami masalah kesehatan jiwa berhak memperoleh dukungan, perhatian, dan pengobatan yang tepat. Dukungan keluarga serta lingkungan sosial menjadi bagian penting dalam membantu proses pemulihan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Melalui peringatan HKJS Tahun 2026, RSJ Aceh berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan jiwa semakin meningkat. Masyarakat juga diharapkan dapat membangun lingkungan yang lebih peduli, inklusif, dan bebas dari stigma sehingga setiap orang yang mengalami masalah kesehatan jiwa merasa dihargai dan mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pertolongan.
Peringatan ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk mendengarkan, memahami, dan menghargai pengalaman orang dengan masalah kesehatan jiwa sebagai langkah nyata dalam mewujudkan pelayanan kesehatan jiwa yang lebih manusiawi. []

Belum ada komentar