Seputaraceh

RSJ Aceh Ingatkan Remaja Waspadai Cyberbullying dan Tekanan Akademik

Siswa/i MAN 1 Kelas XI-6 saat kunjungan edukatif di RSJ Aceh
Siswa/i MAN 1 Kelas XI-6 saat kunjungan edukatif di RSJ Aceh

Banda Aceh – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh mengajak para remaja untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental di tengah berbagai tantangan kehidupan modern, mulai dari penggunaan media sosial, perundungan siber (cyberbullying), hingga tekanan akademik.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan kunjungan edukatif siswa kelas XI-6 (IPA Bahasa) MAN 1 Banda Aceh ke RSJ Aceh, Rabu (14/10/2026). Kegiatan yang difasilitasi Instalasi Promosi Kesehatan RSJ Aceh ini berlangsung di Aula Malahayati dengan mengusung tema “Mewujudkan Anak Indonesia Sehat Jiwa, Hebat Akhlak dan Masa Depan”.

Kepala Instalasi Rawat Inap RSJ Aceh, Ns. Ramadhansyah Purnomo Iswa, S.Kep., M.Kep., menjelaskan bahwa kesehatan jiwa merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh setiap orang, termasuk kalangan pelajar.

Ia menegaskan, persoalan kesehatan jiwa tidak hanya berkaitan dengan pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit. Setiap orang juga dapat menghadapi tekanan emosional dan berbagai persoalan yang memengaruhi kesejahteraan mentalnya.

Dalam pemaparannya, Ramadhan menyoroti kebiasaan menggunakan telepon genggam secara berlebihan, terutama ketika seseorang sulit melepaskan diri dari aktivitas menggulir media sosial dan merasa gelisah saat tidak dapat mengaksesnya.

Menurutnya, kesehatan mental tidak hanya berkaitan dengan kondisi sakit, tetapi juga kemampuan seseorang mengelola emosi, menghadapi tekanan, menjalani proses belajar, serta membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan sekitar.

Ia turut menyampaikan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang memperkirakan sekitar satu dari tujuh remaja berusia 10–19 tahun di dunia mengalami kondisi kesehatan mental.

Karena itu, ia mengajak para siswa untuk mengenali empat persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja saat ini, yakni media sosial, cyberbullying, tekanan akademik, dan keberanian mencari pertolongan ketika menghadapi masalah.

Sementara itu, Kepala Instalasi Promosi Kesehatan RSJ Aceh, Aisyah Djamil, S.Psi., Psikolog, memperkenalkan berbagai fasilitas dan pelayanan yang tersedia di RSJ Aceh kepada para peserta.

Dalam sambutannya, Aisyah juga mengajak siswa melihat langsung lingkungan rumah sakit agar memperoleh pemahaman yang lebih baik dan tidak terjebak dalam anggapan bahwa RSJ merupakan tempat yang menakutkan.

Ia turut menyoroti pentingnya dukungan keluarga dalam proses pemulihan pasien. Menurutnya, masih terdapat pasien yang telah dinyatakan sembuh secara klinis, tetapi belum dijemput oleh keluarga meskipun pihak rumah sakit telah melakukan komunikasi. Dalam kondisi tersebut, RSJ Aceh berupaya membantu proses pengantaran pasien kembali kepada keluarga.

Setelah sesi edukasi, para siswa melanjutkan kunjungan ke ruang rawat inap Balee Anggrek dan Seulanga. Di sana, mereka mengikuti sesi berbagi pengalaman dan berinteraksi dengan pasien.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan empati, memperluas wawasan siswa mengenai kesehatan jiwa, serta mengurangi stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Kunjungan edukatif ditutup dengan foto bersama. Melalui kegiatan ini, RSJ Aceh berharap generasi muda semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, membangun lingkungan sosial yang positif, dan tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi persoalan yang memengaruhi kesehatan jiwa. []

Belum ada komentar

Berita Terkait