SANGER Day Fest 2026 digelar pada 11–14 September 2026 di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh. Festival tahunan ini merayakan sanger, minuman khas Aceh, sekaligus mempromosikan budaya dan produk industri kreatif lokal. Tahun ini, penyelenggaraan berkolaborasi dengan Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 dan komunitas Hip-Hop NAD Syndicate (HNS).
Ketua Panitia Sanger Day Fest 2026, Nasrul, mengatakan salah satu program utama tahun ini adalah penerbitan buku bertajuk “Sangerology“. Buku tersebut merupakan proyek kolektif yang terbuka bagi masyarakat umum untuk menyumbangkan tulisan seputar sanger.
“Salah satu yang kami highlight tahun ini adalah kami mencoba membuat satu buku ‘Sangerology‘. Ini proyek kolektif, teman-teman bisa menulis, kirim ke kami, nanti akan kami jadikan buku,” kata Nasrul dalam konferensi pers di Banda Aceh, Rabu, 9 September 2026.
Ia menambahkan, buku “Sangerology” direncanakan dibedah pada 12 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sanger Sedunia, setelah proses pencetakan rampung.
Selain peluncuran buku, Sanger Day Fest 2026 turut menghadirkan sejumlah kegiatan lain, di antaranya pembagian 1.001 gelas sanger gratis (Free 1001 Sanger), pameran Sanger Corner, diskusi publik Sanger Talk, live mural, lokakarya cetak saring, serta pertunjukan tari dan musik etnik.
Nasrul menyebutkan, seluruh rangkaian acara terbuka untuk umum, mulai dari keluarga, pencinta sanger, anak muda, hingga wisatawan yang ingin mengenal dan menikmati sanger khas Aceh.
“Acara ini terbuka untuk semua kalangan, keluarga, sanger lover, anak muda, hingga wisatawan yang ingin menikmati sanger khas Aceh,” ujarnya.
Sanger Day Fest 2026 tercatat sebagai salah satu penerima Program Dana Hibah Kebudayaan Kategori Pendayagunaan Ruang Publik dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2025, yang disalurkan melalui skema Dana Indonesiaraya bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Melalui penyelenggaraan tahun ini, sanger diposisikan tidak hanya sebagai minuman khas, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya Aceh yang dikembangkan lewat kreativitas, kolaborasi, dan ekonomi kreatif.[]

Belum ada komentar