Seputaraceh

S2 PAI UIA Cetak 33 Magister Baru, Ditantang Hadapi Dunia Nyata Lewat Empati

Sentilan Direktur Pascasarjana UIA untuk Magister Baru: Jangan Cuma Jadi Pakar yang Mendikte Solusi!
Sentilan Direktur Pascasarjana UIA untuk Magister Baru: Jangan Cuma Jadi Pakar yang Mendikte Solusi!

DI zaman sekarang, punya gelar Magister alias S2 bukan lagi sekadar soal pamer deretan teori rumit atau modal gagah-gagahan di atas kertas. Di tengah tantangan era modern yang makin kompleks, masyarakat tidak butuh akademisi yang cuma pintar bicara, melainkan pemikir yang punya empati sosial dan solusi nyata.

Pesan menohok itulah yang menjadi sorotan utama dalam yudisium Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Aceh (UIA). Sebanyak 33 lulusan baru resmi dikukuhkan dalam acara laporan kelulusan yang digelar di Kampus UIA Paya Lipah, Kabupaten Bireuen, Sabtu, 27 Juni 2026.

Menariknya, rekam jejak akademik para lulusan baru ini terbilang impresif. Ketua Prodi Magister PAI UIA, Edi Saputra, melaporkan bahwa dari 33 peserta yudisium, 23 orang di antaranya sukses meraih predikat Dengan Pujian (Cumlaude).

Sementara 10 lulusan lainnya menyelesaikan studi dengan predikat Sangat Memuaskan. Untuk komposisi jendernya sendiri terdiri atas 19 laki-laki dan 14 perempuan. Dengan bertambahnya angka ini, total alumni magister PAI UIA kini resmi menembus 117 orang.

Melihat capaian tersebut, Direktur Pascasarjana UIA, Dr Saifuddin M, langsung memberikan wejangan kuat bagi para magister baru agar tidak terjebak dalam romantisasi gelar akademis semata. Menurutnya, pembuktian asli seorang sarjana strata dua justru baru dimulai saat mereka menginjakkan kaki di luar kampus.

“Kedalaman ilmu itu bukan diukur dari banyaknya teori yang dihafal, tapi dari bagaimana ilmu itu diimplementasikan untuk memecahkan masalah nyata. Kepakaran harus disertai empati. Jadilah pakar yang memahami masyarakat, bukan sekadar mendikte solusi,” ujar Saifuddin memberikan pemaparan tajam.

Saifuddin juga mengingatkan bahwa kecerdasan kognitif akan menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan integritas moral dan kejujuran yang kokoh di dunia kerja profesional.

“Inovasi dan integritas adalah pasangan yang tak terpisahkan. Sebanyak apa pun ide cemerlang, akan kehilangan makna tanpa nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab. Dunia luar menantikan kontribusi nyata dari para pemikir yang tidak hanya cerdas, tapi juga memiliki hati yang luhur,” pungkasnya.

Agenda pengukuhan dan penyerahan laporan kelulusan tahun akademik 2025/2026 ini berjalan secara terstruktur dan dihadiri langsung oleh segenap jajaran fungsionaris civitas akademika Universitas Islam Aceh.

Sentilan Direktur Pascasarjana UIA untuk Magister Baru: Jangan Cuma Jadi Pakar yang Mendikte Solusi!

Belum ada komentar

Berita Terkait